Klaster Ponpes Bermunculan, Lomba Pesantren Sehat Bantu Pencegahan Covid-19

- 22 Oktober 2020, 17:55 WIB
Sejumlah santriwati di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Tasikmakalaya menjalani isolasi mandiri pasca ditemukan kasus covid-19 di lembaga pendidikan tersebut. /Pikiran-rakyat.com/Aris M Fitrian

PIKIRAN RAKYAT - Munculnya temuan kasus positif Covid-19 hingga menginfeksi ratusan orang santri di lingkungan pondok pesantren di Kabupaten Tasikmalaya, memicu semua pihak kini bahu membahu guna memutus mata rantai penyebaran virus tersebut. 

Berbagai upaya dilakukan, khususnya menjalankan karantina bagi para santri yang positif serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Guna memancing kesadaran kalangan pesantren lainnya untuk melawan penyebaran Covid-19, maka Forum Pondok Pesantren (FPP) bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, menggelar lomba pesantren sehat mulai tingkat kecamatan hingga kabupaten.

 Baca Juga: Bantuan Subsidi Upah untuk 3,3 Juta Pekerja Gagal terserap, 2.000-an di Antaranya Asal Bekasi Kota

Pengurus FPP Kabupaten Tasikmalaya, H. Koko Koswara, menuturkan, pihaknya sangat prihatin dengan munculnya klaster pesantren di Kabupaten Tasikmalaya. Oleh karena itu, kedepannya diharapkan pondok pesantren menjadi model dalam melawan penyebaraban covid-19.

Upaya itu yakni dengan terus menerapkan protokol kesehatan, dimana 3M menjadi kunci utama keberhasilan. Yaitu, Memakai masker dalam setiap aktivitas, Mencuci Tangan dengan sabun dan Menjaga jarak di lingkungan pesantren.

“Jadi kita bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 menggelar lomba pesantren sehat. Di mana nantinya ada tim yang mengunjungi pesantren-pesantren dan memastikan bahwa mereka menerapkan pola hidup bersih dan sehat, terutama menjalankan protocol kesehatan," jelas H. Koko, Kamis, 22 Oktober 2020.

 Baca Juga: Terlibat Pengadaan Gabah Petani di Majalengka, Saksi Kasus Korupsi Kembalikan Uang Rp70 Juta

Maka dari itu, pihaknya sudah menyebarkan imbauan kepada seluruh pesantren yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. Pihaknya hanya berupaya ikut membantu pemerintah dalam mencegah dan memutus penularan mata rantai Covid-19 di lingkungan Pesantren. 

Terlebih usai adanya klaster pesantren muncul di Kabupaten Tasikmalaya dengan 310 orang terkonfirmasi Positif Covid-19.***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X