Berduka Setiap Saksikan Pasien-pasien Meninggal, Perawat Covid-19: Kami juga Punya Rasa Takut

- 18 Oktober 2020, 20:26 WIB
Foto empat orang perawat di Ruang Isolasi RSUD Sumedang, sedang memantau kondisi pasien melalui CCTV di ruangan jaganya. /Pikiran-rakyat.com/Taufik Rochman

PIKIRAN RAKYAT - Rasa takut pasti ada, soalnya coronavirus disease (Covid-19) ini angka penyebarannya sangat tinggi dan mudah sekali menyebar.

"Namun bagaimana lagi, kami ini kan seorang perawat yang terikat sumpah, jadi harus tetap setia melayani pasien dalam kondisi apapun," kata kata Ny. Reni Nurahmini (40), saat mengawali kisah mereka selama merawat pasien yang terpapar virus corona, di Ruang Isolasi RSUD Sumedang, belum lama ini.

Bagi perawat, kata Reni, pasien itu seperti raja yang harus dilayani dengan baik, walaupun penyakit yang diderita pasien tersebut sangat parah, seperti halnya penderita Covid-19.

 Baca Juga: Analisis Hubungan Fadli Zon dengan Prabowo, Bamsoet Ungkap Kondisi Sesungguhnya

Suka duka selama merawat pasien Covid-19, tentu sangat lah banyak. Namun yang pasti, hal yang paling membahagiakan bagi perawat itu, ketika melihat pasien yang diurusnya bisa sembuh kembali dari penyakitnya.

"Banyak sekali suka dukanya. Tapi yang membuat kami bahagia itu, pada saat melihat pasien sembuh, dan bisa berkumpul kembali dengan keluarganya. Kebahagiaannya, melebihi dari apapun," ujar Reni, dan diiyakan tiga perawat lainnya yang bekerja satu shift dengan dirinya, yakni Ny. Ai Rohaeni (44), Hj. Dewi Ikawati (41), dan Ny. Neli Juhaeriah (30).

Hal itu, kata Reni, akan berbeda manakala melihat pasien yang dirawatnya meninggal dunia. Sebelum keluarga pasien, justru para perawat lah yang akan lebih dulu merasakan sedih dan berduka saat menyaksikan pasien Covid-19 meninggal dunia.

 Baca Juga: Kunjungan Prabowo Subianto ke AS Tuai Kecaman Kelompok HAM, Pejabat Pentagon Justru Beri Pujian

Bagaimana tidak bersedih, selama berhari-hari mereka merawatnya dengan sepenuh hati untuk kesembuhan pasien, tiba-tiba orang yang dirawatnya malah meninggal dunia dihadapan mereka. 

"Hal yang membuat kami paling bersedih itu, katika pasien yang kami rawat meninggal dunia. Bayangkan saja, setiap hari kami merawatnya, terus orang yang dirawat itu malah meninggal dunia. Bayangkan juga bagaimana beratnya kami, pada saat akan menelepon atau mengabarkan soal kematian pasien itu kepada pihak keluarga," tutur Reni. 

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X