KPK Periksa Beberapa Saksi Korupsi di Dinas PUPR Kota Banjar

- 8 Oktober 2020, 18:08 WIB
PARA saksi dari Kasus Korupsi Dinas PUPR Kota Banjar mendatangi Gedung BPKP Provinsi Jabar untuk diperiksa pada Kamis 8 Oktober 2020. Kiri ke kanan, H. Ojat Sudrajat, Tengah Soedrajat Argadireja dan Sekda Banjar Ade Setiana. /Pikiran-rakyat.com/Mochamad Iqbal Maulud

PIKIRAN RAKYAT - Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi terkait kasus korupsi yang melibatkan beberapa petinggi Kota Banjar. Bahkan dimungkinkan jumlah tersangka pada kasus tersebut lebih dari satu orang.

Selama tiga hari KPK rutin melakukan pemeriksaan saksi, ‎di Gedung BPKP di Jalan Amir Machmud, Kota Bandung. Beberapa saksi pun telah diperiksa terkait keterlibatan mereka dalam kasus yang melibatkan Dinas PUPR Kota Banjar tersebut.

Anggota DPRD Kota Banjar 2009-2017 Soedrajat Argadireja datang sebagai saksi dalam kasus tersebut. Hanya saja Soedrajat menyatakan kedatangannya pada pemeriksaan KPK pada Kamis 8 Oktober 2020 hanya sebatas penandatanganan dokumen.

 Baca Juga: Jelang MotoGP Prancis 2020, Fabio Quartararo Bandingkan Marc Marquez dan Valentino Rossi

"KPK sudah menanyai saya sebelumnya di Jakarta, jadi hari ini hanya tanda tangan saja terkait bukti-bukti kasus korupsi tersebut. ‎Tadi saya keluar sekira pukul 13.00 lah sementara yang lain tadi masih di dalam," katanya di lokasi BPKP.

Menurut ‎Soedrajat berkas yang ditandatangani tersebut terkait proyek infrastruktur yang dianggap tidak optimal dari Dinas PUPR Kota Banjar. Semisal proyek Situ Leutik, Banjar Convention Hall, dan Jembatan Citanduy III.

"Kalau Jembatan Citanduy III nilainya Rp 18 miliar, lalu BCH (Banjar Convention Hall) Rp 22,5 miliar dan terakhir yang terus menerus adalah proyek Situ Leutik senilai Rp 25 miliar. Kenapa disebut terus menerus karena proyek ini selalu ada setiap tahunnya," ucapnya.

 Baca Juga: Didesak Ratusan Pendemo, Pemkab Tasikmalaya dan DPRD Tegaskan Ikut Menolak Omnibus Law

Selain itu Soedrajat juga mengaku ada berkas tentang pemenangan Pilkada tahun 2013 yang mengusung pasangan Ade Uu Sukaesih dan Darmaji. "Itu juga salah satu yang diperiksa oleh KPK dan saya pun menandatangani pula," ucapnya.

KPK sendiri kata Soedrajat sebenarnya telah menetapkan tersangka kasus ini. Hanya saja belum diumumkan ke publik. "Di dokumen yang tadi ada bahkan ada nama tersangkanya, hanya tidak etis saja kalau saya yang bilang," ucapnya.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X