Gempa Bumi di Pangandaran, Benda Ringan Bergoyang, Warga dan Wisatawan Tetap Tenang Tanpa Terganggu

- 28 September 2020, 12:58 WIB
Gempa bumi berkekuatan Mag 4,2 yang terjadi di wilayah Barat Daya Kab Pangandaran hampir tidak dirasakan getarannya. Warga dan wisatawan sibuk dengan aktivitas nya masing-masing di pantai barat Pangandaran, Senin, 28 September 2020. /Kabar Priangan/Agus Kusnadi

PIKIRAN RAKYAT - Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dan sekitarnya. Gempa bumi berkekuatan M=4,2 yang berpusat di Barat Daya Kabupaten Pangandaran tersebut tidak berpotensi tsunami.

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Pangandaran mengeluarkan rilisnya, kejadian dan parameter gempa bumi terjadi pada hari Senin, 28 September 2020 pukul 10:49:00 WIB, yang berpusat wilayah Barat Daya Kabupaten Pangandaran dan sekitarnya diguncang gempa bumi tektonik.

Hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini berkekuatan M=4.2. Episenter terletak pada koordinat 8.27 LS dan 108.23 BT, atau tepatnya berlokasi di Laut pada jarak 69.53 km Barat Daya Kab Pangandaran Jabar pada kedalaman 10 kilometer.

Baca Juga: Studi Mitigasi Tsunami di Selatan Jawa, Peneliti Ungkap Wilayah yang Mungkin Terdampak Terparah

Kabid Darlog RR BPBD Kab Pangandaran Jajang Henly membenarkan telah terjadi gempa bumi di wilayah Kab Pangandaran.

Kata Jajang, jenis dan mekanisme gempa bumi, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi Dangkal akibat aktivitas penyesaran dalam Lempeng Eurasia.

Kata Jajang, dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Pangandaran dengan Skala Intensitas II MMI.

Baca Juga: Gatot Nurmantyo Disebut Naikan Isu G30S PKI demi Ikut Bursa Pilpres 2024, Ini Kata Pengamat

"Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang," ujarnya.

Namun kata dia, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi tersebut.

Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), hanya saja dirinya mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

iNSulteng

Motor Tukang Ojek Diembat Maling

20 Oktober 2020, 02:49 WIB
X