Musik Dangdut saat Swab Penjinak Api, Kadis Damkar: Biar Enggak Tegang atau Takut, Diiringi Musiklah

- 24 September 2020, 20:16 WIB
Para personel pemadam kebakaran mengikuti tes usap di Kantor Dinas Damkar Kabupaten Bekasi, Kamis (24/9/2020). Untuk membuat situasi tes lebih rileks, musik dangdut diputar sepanjang pengetesan. /Pikiran-Rakyat.com/Tommi Andryandy

PIKIRAN RAKYAT - Tes usap massal terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bekasi kepada seluruh pegawai negeri sipil di lingkungannya. Namun, kali ini pengetesan agak berbeda, lebih santai dengan ketukan musik dangdut yang diputar sepanjang pemeriksaan.

Aktivitas berbeda ini berlangsung saat 264 personel Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi menjalani tes swab, Kamis (24/9/2020). Tes yang biasanya dihantui ketegangan, kali ini lebih cair.

Musik dangdut yang dipasang melalui pengeras suara itu berhasil membuat rasa was-was hilang. Para penjinak api ini pun terlihat lebih rileks, tidak lagi mengkhawatirkan bagaimana hasil swabnya.

Baca Juga: Gegara Suaminya Nikah Lagi, Wanita di Sulsel Pukul Imam Masjid Pakai Balok saat Korban Pimpin Salat

“Memang kan banyak yang tegang, takut kenapa-kenapa. Apalagi banyak yang baru pertama. Jadi diiringi musiklah biar enggak tegang,” kata Kepala Dinas Damkar, Hasan Basri di sela pemeriksaan di Kantor Dinas Damkar di Tambun Selatan.

Diakui dia, para personelnya memang terbiasa menghadapi situasi apapun, mulai dari kebakaran hebat hingga upaya penyelamatan warga masyarakat. Namun, tes usap merupakan barang baru bagi mereka.

“Maka dari itu, bagaimana caranya, kami coba dengan musik dangdut biar santai. Enggak tegang mikir macam-macam. Petugas juga terhibur,” ujar dia.

Baca Juga: PSBB Diperpanjang Meski Kasus Covid-19 Melandai, Anies: Grafik Kasus Aktif Bukan Tujuan Akhir

Kendati para personelnya kerap terjun ke lapangan, Hasan memastikan, protokol kesehatan tetap diberlakukan. Para personel wajib mengenakan masker dan jaga jarak.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X