PN Karawang Ditutup Setelah 3 Hakim dan 1 Panitera Dinyatakan Positif Covid-19

- 24 September 2020, 13:25 WIB
Petugas keamanan PN Karawang menutup gerbang kantor setelah 7 orang di kantor tersebut diketahui terpapar Covid-19. /Pikiran-rakyat.com/Dodo Rihanto

PIKIRAN RAKYAT - Sebanyak 7 orang yang sehari-hari beraktivitas di Pengadilan Negeri Karawang dilaporkan positif terpapar Covid-19. Sejauh ini belum diketahui secara pasti asal muasal virus corona yang menjangkiti mereka.

Juru bicara tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Karawang, dr fitra Hergyana membenarkan hal tersebut. Fitra mengaku sedang mencari tahu asal penularannya dari mana.

"Hal ini penting dilakukan agar semua orang yang pernah berinteraksi dengan mereka bisa segara  ditracking. Hingga saat ini kami belum mengetahui siapa saja yang terkonfirmasi Covid-19 itu," jelas dr Fitra di Rumah Sakit Umum Daerah Karawang, Kamis, 24 September 2020.

Baca Juga: Innalillahi, Suami Bupati Bogor Meninggal Dunia, Ketahuan Kanker Paru-paru Sudah Stadium Empat

Dijelaskan juga, data dari GTPP Covid-19 Karawang per Kamis 24 September ini jumlah warga terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Karawang bertambah 12 orang. Jika ditotal angka semua pasien corona di daerah lumbung padi telah mencapai 568 orang.

Penambahan pasien corona terbanyak berasal dari klaster kawasan industri, yakni dari  90 perusahaan. "Kami terus mengingatkan kawan-kawan dari kalangan industri untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat," kata Fitra.

Sementara itu, dari hasil  penelusuran di kantor PN Karawang, salah seorang petugas keamanan  setempat menyebutkan, pelayanan di PN Karawang telah ditutup sementara mulai tanggal 24 September sampai 1 Oktober 2020.

Baca Juga: Peneliti: Ladang Minyak dan Gas Mulai Mengering, Timor Leste akan Bangkrut 2027

Menurut kabar yang dikumpulkan dari lapangan menyebutkan, mereka yang terkonfirmasi Covid-19 terdiri dari 3 orang hakim, 1 orang panitera pengganti, dan sisanya belum diketahui. Yang pasti aktivitas di PN Karawang terhenti akibat adanya kasus tersebut.***

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X