Disparbud Jabar Optimistis Penyelenggaraan MICE Terus Berkembang

- 24 September 2020, 13:11 WIB
ILUSTRASI Petugas travel haji dan umrah, menunggu pengunjung pada Pameran Umrah Haji Se-Jabar, di Trans Studio Mall, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis, 27 Februari 2020.* //PIKIRAN RAKYAT/Ade Bayu Indra

PIKIRAN RAKYAT - Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Dedi Taufik optimistis penyelenggaraan kegiatan pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (MICE) di Jabar akan terus tumbuh ditengah berbagai adaptasi yang harus dilakukan.

"Jabar siap. Kami punya kekuatan ditengah pandemi ini apalagi dengan berbagai dukungan yang diberikan pemerintah,” kata Dedi saat membuka acara Sosialisasi dan Simulasi Panduan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan pada penyelenggaraan kegiatan MICE di Bandung, Kamis 24 September 2020.

Dikatakannya 67.000 tenaga kerja industri wisata di Jabar terimbas akibat pandemi ini, tapi bantuan yang diberikan pemerintah pusat diharapkan bisa membangkitkan lagi industri ini.  "Penyelenggaraan MICE di Jabar juga diuntungkan oleh berbagai hal, seperti kedekatan jarak dengan Jakarta dan status Jabar yang masih memungkinkan dilakukan kegiatan dan tentunya harus berbasis 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak," katanya.

Lebih jauh Dedi menyatakan pihaknya akan membuat desain yang akan melibatkan asosiasi, akademisi, media, dan swasta. “Selama ini konsep pentahelix belum berjalan optimal, melalui program ini kita coba untuk mengoptimalkannya,” ujar Dedi.

Baca Juga: Kemenkeu Sebut Daya Konsumsi Paling Terdampak Jika Indonesia Resesi

Sementara Koordinator Pengembangan Jejaring dan Kapasitas Wisata MICE Titik Lestari dalam sambutannya menyatakan pihaknya telah menyusun rancangan panduan kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kelestarian lingkungan pada penyelenggaraan kegiatan pertemuan, insentif, konvensi dan pameran atau MICE.
”Dalam rangka menghadapi tatanan kenormalan baru, khususnya pada sektor MICE, Kementerian pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama dengan  INACEB serta melibatkan masukan yang signifikan dari stakeholders MICE telah membuat panduan ini,” ujarnya.

Panduan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan pada kegiatan MICE ini menekankan pada penerapan prosedur standar pelaksanaan kegiatan MICE yang aturan teknis spesifiknya akan disesuaikan dengan panduan yang dibuat oleh Asosiasi dan Industri MICE sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Panduan ini merupakan panduan operasional dari Keputusan Menteri Kesehatan tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), yang diturunkan pada pelaksanaan kegiatan MICE di Indonesia,” paparnya.

Ketentuan yang termuat dalam panduan ini juga mengacu pada protokol dan panduan yang telah ditetapkan Pemerintah Indonesia, World Health Organization (WHO), Travel & Tourism Council (WTTC) serta Asosiasi MICE nasional dan internasional seperti ICCA, UFI, AIPC, serta ASPERAPI.

Halaman:

Editor: Dadang Hermawan


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X