Petani Keluhkan Sulitnya Pupuk Bersubsidi, DPRD: Pemerintah Jangan Persulit Birokrasi

- 18 September 2020, 08:38 WIB
PT Pupuk Indonesia (Persero), melalui anak usahanya, menyiapkan stok pupuk sebanyak 1,26 juta ton untuk musim tanam akhir tahun.*/KODAR SOLIHAT/PR /KODAR SOLIHAT/PR

PIKIRAN RAKYAT - Petani di Desa Pamoyanan, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk subsidi. Para petani di daerah itu menjerit karena disaat sedang kesulitan akibat dampak dari Pandemi Covid-19, mereka juga kesulitan mendapatkan pupuk subsidi.

Menyikapi hal itu, anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Acep Syahroni angkat bicara. Acep meminta, pihak terkait jangan persulit petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

"Sekitar 60 persen dari luas 213 hektar area sawah di Desa Pamoyanan sudah memasuki masa tanam. Saat ini memasuki fase pemupukan, namun petani kesulitan mendapatkan pupuk subsidi yang biasa dibutuhkan. Ini persoalan serius," kata Acep kepada wartawan, Kamis 17 September 2020.

Baca Juga: Lowongan Kerja September 2020: PT Bank Bengkulu Buka 2 Posisi, Lulusan SMA Bisa Daftar

Menurutnya, pihaknya berharap siapapun yang berkaitan dengan pengadaan pupuk jangan mempersulit petani, apalagi pupuk subsidi.

"Dengan adanya keluhan tersebut, seharusnya dinas juga langsung turun tangan dan mencari akar permasalahannya," ujar Acep.

Pemerintah lanjut Acep, harus tahu dimana masalahnya, dan segera berikan solusi agar pupuk tersalurkan bagi petani yang benar-benar membutuhkan.

Baca Juga: Terungkap, Pinkan Mambo Akui Masih Harus Setor Uang ke Maia Estianty Meski Sudah Hengkang dari Ratu

"Jangan sampai akibat petani tidak mendapatkan pupuk subsidi, berpengaruh pada produktifitas hasil pertanian dan petani mengalami kerugian. Masalah ini jangan dianggap sepele, mengingat pupuk menjadi elemen penting dalam pertanian," tuturnya.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X