Peternak Ayam Petelur di Majalengka Mengeluhkan Sulit Dapat DOC juga Pulet

- 16 September 2020, 17:41 WIB
Seorang pekerja tengah memunguti telur di kandang ayam milik M Iqbal di Desa Gunungwangi, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka beberapa waktu lalu. Para peternak ayam petelur di Majalengka kini kesulitan memperoleh pulet atau bibit ayam petelur menjelang produksi diduga akibat hampatan pasokan akibat Covid-19. /Pikiran-rakyat.com/Tati Purnawati

PIKIRAN RAKYAT - Sejumlah peternak ayam petelur di Majalengka mengeluhkan sulitnya memperoleh anak ayam DOC (day old chiken) ataupun pulet (anak ayam menjelang bertelur), hingga mereka harus menunggu berbulan-bulan untuk mendapatkannya.
Itu pun harus berebut dengan peternak lain.

Eman Sulaeman salah seorang peternak ayam petelur di Kadipaten mengaku telah kekurangan bibit ayam petelur sejak awal bulan Juni kemarin.

Biasanya dia mengambil ayam usia 16 minggu dari PT Lestari di Cihaur. Namun belum bisa dipenuhi karena permintaan harus antri dengan peternak lain.

Baca Juga: Indonesia Miliki 23 Wilayah Zona Merah Selama 3 Minggu Berturut-turut, Terbanyak di Jatim dan Sumut

“Pada awal Mei sebetulnya sudah mengajukan permohonan namun hanya bisa terpenuhi setengahnya dari permintaan. Karena katanya peternak lain sudah lebih dulu mengajukan permintaan dan jumlahnya jauh lebih banyak, awal Juni kembali menanyakan untuk memohon tambahan,” kata Eman, yang sudah lebih dari 5 tahun menjadi peternak ayam petelur.

Hal yang sama disampaikan Tini yang juga telah memesan ayam usia 3 bulanan, namun juga belum bisa dipenuhi, sehingga dia terpaksa mempertahankan ayam yang sudah hampir lanjut usia lebih dari dua tahunan karena pengganti ayam baru belum datang.

“Ketika tanya produsen, antrian tiga bulan kebelakang juga belum bisa dipenuhi seluruhnya. DOC datang Desember itu untuk memenuhi permintaan bulan April,” katanya.

Baca Juga: Hubungan Pangeran William dan Pangeran Harry Memanas Lagi, Kini Gegara Serial Putri Diana di Netflix

Menurut mereka harga ayam usia 16 minggu ini biasanya dibeli dengan harga Rp 80.000. Sedangkan untuk DOC per dus isi 100 seharga Rp 600.000.

“Hanya biasanya para peternak ini memilih usia 16 mingguan yang sudah di vaksin sehingga lebih aman dipelihara,” ungkap Eman.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X