Pengakuan Ketua Paguyuban Tunggal Rahayu: Anggota Lebih dari 13 Ribu, Tersebar di 34 Provinsi

- 10 September 2020, 19:33 WIB
Sutarman saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Garut.* /Kabar Priangan/Aep Hendy

PIKIRAN RAKYAT - Ketua Paguyuban Tunggal Rahayu, Sutarman alias Cakraningrat mengklaim anggotanya saat ini sudah mencapai lebih dari 13 ribu. Anggota Paguyuban Tunggal Rahayu sendiri menurutnya tidak hanya berada di Garut dan sejumlah daerah lainnya di Jawa Barat akan tetapi sudah menyebar di 34 provinsi.

Hal itu diungkapkan Sutarman aliasa Prof Dr Cakranigrat kepada sejumlah awak media yang menemuinya saat dirinya datang ke Mapolres Garut guna menjalani pemeriksaan terkait aktivitas Paguyuban Tunggal Rahayu yang dipimpinnya, Kamis 10 September 2020.

Saat itu Sutarman datang ke Mapolres dengan dikawal sejumlah anak buahnya dengan mengenakan pakaian resmi serta jaket loreng.

Baca Juga: Cara Menghemat Baterai HP iPhone dengan Mudah, Cukup Ubah Pengaturan Ini

"Jumlah anggota Paguyuban Tunggal Rahayu saat ini sudah mencapai 13 ribuan lebih dan tersebar di 34 provinsi. Ini karena saya juga selama ini menjadi pokok utama sebagai pimpinan pusat Ampera di 34 provinsi," kata Sutarman.

Disebutkannya, dirinya selama ini tak pernah melakukan perekrutan anggota paguyuban, bahkan mengajak pun tak pernah apalagi memaksanya. Dengan tegas Sutarman juga menyangkal jika dirinya telah memungut sejumlah uang dari para pengikutnya dengan dalih apapun.

Namun ia mengakui jika pihaknya membuatkan KTA (kartu tanda anggota) paguyuban sebagai tanda keanggotaan akan tetapi masalah biayanya ia mengaku tidak tahu menahu karena hal itu ditangani oleh pengurus yang lain.

Baca Juga: Terima BLT Gaji Bisa Berujung Hukum, Hati-hati Buat yang Enggan Kembalikan Meski Merasa Tak Berhak

Ia mengakui organisasinya itu dibangun bukan untuk mendidirkan sebuah kerajaan sebagaimana organisasi lain yang baru-baru ini marak bermunculan. Organisasi tersebut didirikan pada tahun 2018 lalu atau satu tahun setelah dirinya menyandang titel profesor dan doktor dengan konsep lebih kepada perkumpulan dengan tujuan untuk menyatukan silsilah keluarga anak bangsa.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X