Geram, Motif Mega Mendung Dijadikan Karpet dan Diinjak, 'Nodai Makna Karya Seni Warisan Leluhur'

- 14 Agustus 2020, 07:37 WIB
Warga melintas diatas karpet lantai bermotif Mega Mendung, yang terpasang di Gedung Griya Sawala DPRD Kota Cirebon. /Pikiran-Rakyat.com/Egi Septiadi

PIKIRAN RAKYAT - Karpet bermotif Mega Mendung yang terpasang di lantai Gedung Griya Sawala Gedung DPRD Kota Cirebon Jawa Barat, membuat pemerhati budaya dan sejarah Cirebon geram. Mereka menilai karpet yang sudah dipasang dan di injak-injak itu telah menodai karya seni warisan leluhur.

Seperti diungkapkan oleh pemerhati sejarah Cirebon Mustaqim Asteja kepada Pikiran Rakyat.com, menurut dia publikasi atau mengenalkan tentang seni dan sejarah di daerah itu sangatlah penting. Namun, jangan salah dalam penerapan sehingga menjadi bahan tertawaaan orang.

Terlebih ini kasusnya di Gedung DPRD, DPRD adalah sebagai wakil rakyat, seharusnya bisa berdiskusi dengan kami para budayawan sebelum karpet itu dibuat dan dipasang.

Baca Juga: Ditandingkan dengan Aksi Bagi 1.000 Makanan Jerinx, dr. Tirta: Kita Kasih Berton-ton

"Saya nilai penempatannya tidak tepat, karena biasanya motif mega mendung sendiri berada di atas, sebagai menandakan rahmat dari langit yang tinggi, " ungkapnya.

Sementara itu Pemerhati Budaya dan Sejarah Cirebon, Jajat Sudrajat, mengatakan, dengan adanya kasus tersebut pihak DPRD Kota Cirebon telah menistakan hasil karya seni budaya Cirebon. Karena karya batik mega mendung yang bernilai adiluhung dijadikan karpet.

"Motif batik mega mendung mempunyai makna filosofi, mengayomi, mengantungkan cita-cita setinggi langit. Harusnya ada di atas atau di dinding, bukan untuk diinjak-injak,” katanya.

Baca Juga: Pengujian Tak Transparan, Kekhawatiran Efek ADE, Ilmuwan Ragukan Vaksin Covid-19 Buatan Rusia

Diungkapkan Jajat, batik motif mega mendung merupakan hasil karya Panembahan Losari. Motif mega mendung sendiri terinspirasi dari tumpukan batu karang di Goa Sunyaragi.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X