Di Tengah Kenaikan Kasus Covid-19, Pemkab Purwakarta Akan Izinkan Belajar Tatap Muka

- 13 Agustus 2020, 18:19 WIB
ILUSTRASI COVID-19.* /pixabay/The Digital Artist

PIKIRAN RAKYAT – Pemerintah Kabupaten Purwakarta berencana mengizinkan kembali pembelajaran tatap muka di sekolah. Padahal, Jumlah warga Kabupaten Purwakarta yang terkonfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) naik drastis menjadi hampir 100 orang.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Purwakarta mencatat penambahan jumlah warga terinfeksi Covid-19 sebanyak 14 orang dalam sehari. "Secara keseluruhan jumlahnya saat ini 98 orang terdiri dari 31 yang aktif, 63 selesai (sembuh) dan empat meninggal dunia," kata Ketua Harian Gugus tersebut, Iyus Permana, Kamis, 13 Agustus 2020.

Penambahan tersebut membuat sembilan dari 17 kecamatan menjadi zona merah penyebaran Covid-19. Sementara untuk zona oranye sebanyak empat kecamatan, satu zona kuning dan tiga kecamatan sisanya terbebas dari Covid-19.

Baca Juga: Pemerintah akan Mudahkan Dokter Asing Masuk Indonesia, Luhut Panjaitan Angkat Bicara

Melihat kondisi tersebut, Iyus khawatir daerahnya kembali naik level kewaspadaannya menjadi merah dari sebelumnya kuning. "Saya minta masyarakat tetap menjaga jarak fisik dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19," ujar Iyus.

Meskipun demikian, pemerintah daerahnya diakui telah membuka tempat-tempat pariwisata sejak beberapa pekan terakhir. Selanjutnya, mereka juga berencana mengizinkan kembali pembelajaran tatap muka di sekolah yang berada di kecamatan-kecamatan zona hijau atau nol konfirmasi Covid-19.

"Pembelajaran tatap muka dipersiapkan di tiga kecamatan yakni Sukasari, Bojong dan Tegalwaru karena tiga kecamatan itu termasuk zona hijau," kata Iyus. Namun, kondisinya berbeda dengan data dari Gugus Tugas Covid-19 Purwakarta yang menyebutkan tiga kecamatan tersebut saat ini menjadi zona kuning dan merah.

Baca Juga: Ditandatangani Lebih dari 52.000 Orang, Petisi Bebaskan Jerinx SID Muncul usai 1 Hari Penahanannyay

Sementara itu, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan hanya, satu dari tiga kecamatan itu yang berubah dari zona hijau menjadi zona kuning. Karena itu, pembelajaran tatap muka di sekolah akan tetap dilakukan dalam waktu dekat.

"Yang berubah itu adalah Kecamatan Bojong dari hijau menjadi kuning. Kalau Kecamatan Tegalwaru dan Sukasari masih zona hijau dan boleh melaksanakan kegiatan belajar secara langsung," tutur Anne saat ditemui sehari sebelumnya.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X