Masih Banyak Pabrik Bermasalah dalam Pengelolaan Lingkungan

- 13 Agustus 2020, 08:36 WIB
TIM dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengambil sampel air dari Sungai Cikembang Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta.*
TIM dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengambil sampel air dari Sungai Cikembang Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta.* /Pikiran-Rakyat.com/Hilmi Abdul Halim

PIKIRAN RAKYAT - Sejumlah pabrik besar di Kabupaten Purwakarta masih bermasalah dalam pengelolaan lingkungan hidup. Alih-alih menindak perusahaan yang melanggar, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan justru menawarkan bantuan.

"Hari ini kami datang untuk memastikan bagaimana kinerja mereka dalam pengelolaan lingkungan," kata Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Karliansyah saat ditemui di lokasi pabrik yang dikunjunginya, Rabu 12 Agustus 2020.

Kunjungan kali ini merupakan rangkaian kegiatan reses Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Wilayah Purwakarta dan sekitarnya menjadi daerah pemilihan Wakil Ketua Komisi tersebut, Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Data Pemilih Tak Valid Merata Terdapat di Delapan Daerah Penyelenggara Pilkada 2020

Dari kunjungan tersebut diketahui ada sejumlah pabrik yang belum mengikuti aturan. Di antaranya, belum memiliki izin pengelolaan limbah berbahaya hingga belum menuntaskan putusan pengadilan atas kasus pencemaran lingkungan yang dilakukannya.

"Ada beberapa yang belum melaksanakan kewajibannya karena pihak ketiga yang ditunjuk (oleh perusahaan terkait) berdalih pandemi Covid-19. Sehingga, sulit untuk menggerakkan pekerjanya," tutur Karliansyah mengutip alasan dari pihak perusahaan.

Alasan tersebut diungkapkan oleh perwakilan perusahaan PT Indo Bharat Rayon. Karena itu, pihak perusahaan mengaku baru menyelesaikan pekerjaan pengerukan limbahnya sekitar 30 persen hingga saat ini.

Baca Juga: Wapres: Penyaluran Bantuan ke Peserta BPJS Ketenagakerjaan Didahulukan

Karliansyah memperingatkan agar mereka menyelesaikan pekerjaannya sesuai batas waktu terakhir yakni 20 Oktober 2020.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X