Dua Murid SD Positif Covid-19 Bagian Klaster Situraja Sumedang, Bukan karena Belajar Tatap Muka

- 12 Agustus 2020, 20:45 WIB
Ilustrasi anak. /Thgusstavo Santana/Pexels

PIKIRAN RAKYAT – Dua orang siswa SD yang sebelumnya terpapar Covid-19 hasil tes SWAB, hingga kini masih menjalani isolasi mandiri di rumahnya.

Hal itu, setelahnya kedua siswa  tersebut dinyatakan positif Covid-19 hasil tes SWAB pada  Kamis, 6 Agustus 2020 lalu.  

Kedua siswa itu, berinisial DNI (6) warga Kec. Situraja dan ZS (9) warga Kec. Sumedang Utara. Keduanya terpapar dari klaster “Situraja” yakni dari seorang warga Kec. Cisitu yang bekerja sebagai pedagang beras di Pasar Situraja.

Baca Juga: Soal Viral Video Bupati Subang Joget Tanpa Ikuti Protokol Covid, Tokoh Masyarakat: Warga Kecewa

Hanya saja, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumedang meluruskan bahwa  informasi dari media daring nasional yang menyebutkan bahwa  mereka tertular virus Corona saat perjalanan dari dan ke sekolah,  tidak benar.

Sebab, di Kabupaten Sumedang hingga kini belum melaksanakan belajar tatap muka di sekolah, khususnya sekolah SD.

“Karena kedua siswa ini termasuk OTG (orang tidak bergejala), sehingga ketika dinyatakan suspek Covid-19  hasil tes SWAB, langsung dilakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Isolasi mandirinya selama 10 hari sejak terkonfirmasi positif Covid-19 hasil tes SWAB,  Kamis (6 Agustus 2020) lalu. Jadi, sampai sekarang keduanya masih menjalani isolasi mandiri,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan  (GTPP) Covid-19 Kabupaten Sumedang Iwa Kuswaeri ketika dihubungi di Sumedang, Rabu, 12 Agustus 2020.

 Baca Juga: 5 Makanan Sehat yang dapat Merubah Kulit Kering Menjadi Lembap

Menurut dia, kedua siswa tersebut bagian dari 16 warga yang positif Covid-19 klaster Situraja. Mereka terpapar dari salah seorang anggota keluarganya yang juga  tertular Covid-19 dari warga berinsial DIA warga Kec. Cisitu yang berprofesi sebagai pedagang beras di Pasar Situraja. 

“Sekalian saya luruskan, bahwa kedua siswa itu tidak terpapar pada saat belajar tatap muka di sekolah. Sebab, hingga kini di Kabupaten Sumedang belum ada belajar tatap muka di sekolah. Jadi, keliru kalau ada informasi yang menyebutkan bahwa kedua siswa itu tertular Covid-19 saat perjalanan dari dan ke sekolah,” ucap Iwa.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

Mikrofon Id

PLN Turunkan Tarif Listrik

1 Oktober 2020, 20:27 WIB
X