Tiga Fungsi Sosial Media, Ridwan Kamil: To Observe, To Control, To Connect

- 8 Agustus 2020, 17:42 WIB
RIDWAN Kamil di webinar ‘Indonesian Youthquake 2020: How Social Media Drive Policy Making’ dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat 07 Agustus 2020. /DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

PIKIRAN RAKYAT - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengatakan, dalam smart city yang diterapkannya di Jabar sosial media mempunyai tiga fungsi, yakni to observe, to control, dan to connect.

“Saya menggunakan digital terbagi tiga. Pertama, to observe yaitu untuk melihat situasi, seperti situasi sosial masyarakat,” kata Kang Emil di webinar 'Indonesian Youthquake 2020: How Social Media Drive Policy Making' di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat 07 Agustus 2020 malam WIB.

“Kedua, to control yaitu untuk birokrasi ke dalam. (Contohnya) saya punya sistem untuk memastikan bagaimana penanganan Covid-19 lancar, edukasi lancar, tidak ada korupsi, dan sebagainya,” terangnya.

Baca Juga: Diusung Calon Bupati Pangandaran oleh PKB, Adang Hadari Akui Merasa Lega

“Ketiga, adalah smart city digital ini to connect, yakni untuk mengoneksikan antara warga dengan pemerintahannya, untuk berkomunikasi dengan publik,” tambahnya.

Sosial media, menurut Kang Emil, efektif sebagai alat komunikasi pemimpin dengan warga. Pengalamannya, semua kebijakan yang diambil salah satunya berdasarkan pengamatan dari media sosial.

Bahkan, sebelum ada Jabar Quick Respons (JQR) keluhan dan masukan datang dari warga melalui akun pribadinya.

“Akun pribadi saya aktif, banyak orang yang curhat, ngadu, dan berkeluh ke saya melalui akun saya. Namun, kalau keluhannya sudah harus tersistem, maka nggak bisa akun saya pribadi untuk bisa meng-handle itu. Maka saya buat Jabar Quick Respons,” imbuhnya.

Untuk itu, Gubernur sudah lama mewajibkan dinas lembaga dan ASN untuk memiliki akun sosial media sendiri.

Halaman:

Editor: Rahmad Maulana


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X