Tenaga Medis Terpapar, Penyebaran Covid-19 di Cipatujah Tasikmalaya Terus Berlanjut

- 7 Agustus 2020, 18:03 WIB
Ilustrasi Covid-19. /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT -  Setelah dikabarkan kasus positif Covid-19 di Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya mengalami lonjakan tinggi hingga jumlahnya mencapai 20 orang terinfeksi virus mematikan tersebut.

Kini penyebaran kasus tersebut belum berhenti di wilayah paling selatan di Kabupaten Tasikmalaya tersebut.

Bahkan saat ini, beredar informasi mengenai dua orang tenaga medis di Puskesmas Cipatujah yang kembali terkonfirmasi positif Covid-19, Jumat, 7 Agustus 2020.

Baca Juga: Raden Raharjo Jadi Pjs Sultan Kasepuhan, Filolog Cirebon: Ini Baru Polmah

Informasi ini setelah hasil pemeriksaan swab PCR massal oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya sebagai tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya keluar, kemarin.

Kabar inipun kembali mengguncang dunia medis di kecamatan Cipatujah.

Apalagi sebelumnya pun telah ada tenaga medis di Puskesmas tersebut dan dua orang tenaga medis salah satu klinik di Cipatujah, yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab PCR.

Baca Juga: Bantuan Pegawai Swasta Bergaji di Bawah Rp5 Juta Dibagikan Langsung ke Rekening Tenaga Kerja

Sayang, saat dikonfirmasi melalui saluran telepon terkait kebenaran kasus baru positif Covid-19 tersebut , juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penangana Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya, dr. Heru Suharto sekaligus Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk (DKPP) Kabupaten Tasikmalaya, enggan menjawab.

Dikonfirmasi terpisaj melalui telpon, Kepala UPT Puskesmas Cipatujah, Tarman mengatakan, jika dirinya tidak berwenang untuk menyampaikan iformasi terkait perkembangan terakhir kasus positif Covid-19 yang menyangkut dua orang tenaga medis.

"Kalau untuk itu Gugus Tugas Kabupaten Tasikmalaya yang bisa menjelaskan. Yang jelas kedua perawat tersebut sudah aman dalam artian sudah menjalankan isolasi mandiri," ujar Tarman.

Baca Juga: Man City vs Real Madrid: Sederet Nama Diragukan Tampil, Menanti Hasil Tanpa Ramos dan Aguero

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Cipatujah, Ustadz Dedi Suryadi mengatakan, ia sangat bersyukur jika hasil swab PCR dari Labkesda Provinsi Jawa Barat menyatakan bahwa dirinya negatif.

Di mana sebelumnya ia pernah melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19 asal kecamatan yang telah wafat. Hingga ia harus menjalani tes Swab PCR dan mengisolasi 17 hari.

Namun masyarakat sangat prihatin dengan kabar bahwa hasil pemeriksaan swab PCR Labkesda Jawa Barat, bahwa ada dua orang perawat Puskesmas Cipatujah, dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Keduanya merupakan warga Desa Bantarkalong dan Desa Sindangkerta.

Baca Juga: Unggahan Terakhir Sameer Sharma Sebelum Meninggal Singgung Soal Depresi dan Kematian

"Ya saya mendengar kabar itu, mudah-mudahan tidak benar. Yang jelas saya secara pribadi yang bersentuhan dengan almarhum posotif Covid-19, kini lega dan bersyukur setelah mendapat hasil pemeriksaan swab dari Labkesda jika saya negatif," papar dia.

Lemah Pengawasan Pasien

Dedi mengatakan, dirinya sangat menyayangkan akan lemahnya pengendalian penduduk yang sudah di-swab. Di mana saat ini, meski mereka yang telah di Swab namun hasilnya belum keluar, akan tetapi sudah bebas berkeliaran dan berinteraksi dengan warga lainnya.

"Saya khawatir di Cipatujah ini terjadi ledakan positif Covid-19 yang makin besar, jika ratusan warga yang telah diswab dibiarkan bebas berinteraksi dengan lingkungan luar tanpa pengawasan dan pengendalian," ujar dia.

Baca Juga: Makin Mencekam, Warga Hong Kong Ditahan Otoritas Tiongkok Gegara Peringati Tragedi HAM Tiananmen

Yang paling penting, dikatkan Dedi, yakni bagaimana kebijakan pemerintah ketika warga diimbau untuk menjalankan isolasi mandiri tetapi mereka terjamin kehidupannya. Hal itu yang harus dipikirkan karena selama dirinya saja menjalankan isolasi mandiri selama kurang lebih 17 hari, betapa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Karena tidak mendapat pasokan bantuan dari pemerintah daerah.

Sementara itu, Kasi Kemedikan RSUD Singaparna Medika Citrautama (SMC) Kabupaten Tasikmalaya, dr Adi Widodo mengatakan, untuk dua orang staf/tenaga medis Puskesmas Cipatujah yang berstatus suami istri dan telah menjalani isolasi serta perawatan di RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya, kini dinyatakan sudah sembuh dan telah kembali ke Cipatujah pada Rabu, 5 Agustus kemarin.

"Namun khusus untuk yang perempuan, pihak SMC merujuk ke Rumah Sakit Hasan Sodikin (RSHS) Bandung karena sedang megandung (hamil)," kata Adi.

Adapun kasus baru positif Covid-19 untuk dua orang tenaga medis Puskesmas Cipatujah, ia menyebutkan bisa saja itu mengacu kepada hasil swab PCR Labkesda Provinsi Jawa Barat.***

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X