Kawin Kontrak di Puncak Kian Marak, Pemkab Bogor Minta Pengiriman Imigran Dihentikan

- 7 Agustus 2020, 14:42 WIB
BUPATI Bogor, Ade Yasin.*/ANTARA /null

PIKIRAN RAKYAT - Fenomena kawin kontrak masih kerap terjadi di kawasan Puncak, Cisarua, Bogor.

Rupanya, para perempuan yang melakukan kawin kontrak bukanlah warga setempat.

Sebagaimana diberitakan IsuBogor.com sebelumnya dalam artikel "Bupati Ade Yasin Pastikan Aktivitas Kawin Kontrak di Kampung Arab Puncak Bukan Perempuan Asal Bogor", hal tersebut disampaikan oleh Bupati Bogor, Ade Yasin.

Baca Juga: Link Live Streaming dan Jadwal MotoGP 2020 pukul 14.00 WIB: 'Petuah' Valentino Rossi di Jumat Ini

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor pun sudah meminta pemerintah pusat agar menghentikan pengiriman imigran ke Puncak.

Fenomena kawin kontrak ini masih sering kali ditemukan di Kampung Arab yang memiliki nama asli kampung Sampay atau Warung Kaleng.

Warung Kaleng sendiri berada di wilayah Desa Tugu Selatan dan Tugu Utara, yang diketahui mulai ditempati sejak tahun 1980 silam.

Baca Juga: Netizen Pembully Aurel Sebut Akunnya Dipakai Orang Lain, Ashanty Kembali Buka Suara

Kemudian maraklah aktivitas kawin kontrak atau nikah mut'ah antara pria dari negara-negara Timur Tengah dengan wanita setempat.

Halaman:

Editor: Sarah Nurul Fatia

Sumber: Isu Bogor


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X