Ledakan Beirut, Pabrik Amonium Nitrat Ada di Indonesia, PT MNK: Disimpan di Gudang, Dipastikan Aman

- 7 Agustus 2020, 06:20 WIB
Pabrik PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) yang memproduksi amonium nitrat dan asam nitrat. Pabrik tersebut berlokasi di Desa Dawuan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. /Pikiran-Rakyat.com/Dodo Rihanto

PIKIRAN RAKYAT - Ledakan dahsyat yang terjadi di Beirut, Lebanon telah mengguncang perhatian dunia, tak terkecuali masyarakat Indonesia. Kejadian tersebut tak pelak menimbulkan kekhawatiran akan munculnya bahaya serupa di tanah air.

Konon, ledakan di Beirut, Lebanon berasal dari gudang amonium nitrat (NA) yang sudah tersimpan bertahun-tahun. Informasi tersebut semakin menambah kekhawatiran masyarakat Indonesia karena di Indonesia terdapat pabrik yang memproduksi NA.

Pabrik tersebut bernama PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) yang berlokasi di Desa Dawuan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. MNK merupakan anak perusahaan PT Pupuk Kujang yang dibangun 1989 dan mulai beroperasi 1990.

Baca Juga: Makin Terpuruk, Krisis Ekonomi Lebanon Diperparah Ledakan yang Hancurkan Silo Makanan Beirut

MNK mampu memproduksi NA sebanyak 9000 hingga 10000 ton per bulan. Produksi sebanyak itu khusus untuk memenuhui kebutuhan dalam negeri saja.

"AN itu bisa dibuat bahan peledak, pupuk, atau gas gelak untuk kebutuhan bius di rumah sakit ketika pasien akan operasi," ujar Direktur Produksi MNK, Cucuk Salahudin, di kantornya, Kamis 6 Agustus 2020.

Saat ini, lanjut Cucuk, NA produksi MNK hanya konsumsi dalam negeri yakni untuk bahan peledak Bahan peledak pertambangan batu bara di Kalimantan dan granit di Karimun. Namun tidak tertutup kemungkinan NA produk NA bakal diolah menjadi pupuk NPK.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 yang Rencananya Diproduksi Bio Farma, Marwan: Harus Diberikan Gratis bagi Masyarakat

"NA merupakan bahan baku yang bagus untuk pupuk. Oleh karena itu, produksi NA di dunia 75 persen digunakan untuk pupuk, selebihnya untuk bahan peledak dan kebutuhan lainnya," ujarnya.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X