306 Pejabat di Pemkot Bogor Direposisi, Bima Arya: Kabinet Covid, Strategi Memenangkan Peperangan

- 6 Agustus 2020, 17:18 WIB
Potret Wali Kota Bogor, Bima Arya. /Instagram @bimaaryasugiarto

PIKIRAN RAKYAT - Sebanyak 306 pejabat di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, direposisi. Wali Kota Bogor Bima Arya menyebut, rotasi mutasi itu dilakukan sebagai wujud strategi untuk memenangkan peperangan dengan pandemi Covid-19. Bima pun menyebut perombakan itu sebagai kabinet Covid.

“Sebetulnya memang harus dilakukan, karena ada yang pensiun dan lain-lain. Pertimbangan pertama ketika menggeser ya untuk berperang memenangkan Covid-19, makanya ada perombakan di wilayah yang cukup besar di dua kecamatan dan di beberapa kelurahan,” kata Bima Arya seusai melantik pejabat di Plaza Balai Kota Bogor, Kamis 6 Agustus 2020.

Selain perombakan di wilayah, Bima juga melakukan reposisi pejabat di beberapa dinas yang keberadaanya sangat vital seperti pada Dinas Kesehatan Kota Bogor, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor, serta Dinas Pendidikan Kota Bogor. Pertimbangannya, selain kinerja juga ia pilih pejabat-pejabat yang memiliki jiwa petarung dan sensitif dengan apa yang dibutuhkan masyarakat.

Baca Juga: Uji Vaksin Covid-19 Sinovac Biotech Serentak Dimulai 11 Agustus di 6 Lokasi Berbeda di Kota Bandung

“Pokoknya kalau enggak bergerak, ya kia geser lagi. Oktober nanti ada mutasi lagi. Ini camat lurah harus bertanggung jawab di unit lacak dan unit pantau Detektif Covid, agar mencegah penularan,” kata Bima.

loading...

Dalam sambutannya Bima menyebut, resposisi tersebut mungkin ada yang merasa mendapat tempat yang bauj, ada pula yang merasa mendapat tempat yang tidak baik. Bima berharap semua jabatan yang diterima harus diyakini sebagai ibadah dan pengabdian.

Reposisi kabinet tersebut, lanjut Bima diharapkan menjadi barisan yang solid. Bima berharap formasi baru tersebut menjadi formasi para petarung. Semua yang menduduki jabatan baru harus siap bergerak, dan bertarung. Hal itu perlu dilakukan karena saat ini abdi masyarakat dibayar dan digaji oleh rakyat.

Baca Juga: Juventus vs Lyon di Liga Champions: Rudi Garcia Beri Pembelaan Untuk Maurizio Sarri

“Semua jangan diam. Jangan pernah diam saat kita lihat lonjakan Covid-19 di Kota Bogor, tidak diam ketika banyak saudara kita menganggur, tidak diam ketika masih ada saudara kita yang kelaparan. Tidak diam melihat anak-anak kebingunan dengan model pembelajaran jarak jauh. Tidak diam melihat ancaman kurang gizi ibu hamil,” kata Bima.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X