9 Kota Kabupaten di Jabar Risiko Sedang Covid-19, Lainnya: 17 Berisiko Rendah, dan 1 Berisiko Tinggi

- 6 Agustus 2020, 16:09 WIB
Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah, memaparkan posisi Jawa Barat (Jabar) dalam tren analisis mingguan Covid-19 yang terjadi hingga tanggal 2 Agustus 2020. /Pikiran-Rakyat.com/Novianti Nuruliah

PIKIRAN RAKYAT - Tim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah, memaparkan posisi Jawa Barat (Jabar) dalam tren analisis mingguan Covid-19 yang terjadi hingga tanggal 2 Agustus 2020. Saat ini terdapat 9 Kota kabupaten risiko sedang, 17 risiko rendah dan satu risiko tinggi.

Dalam Angka perbandingan nasional, Jawa Barat tidak masuk dalam 10 Kabupaten Kota yang angka kasus tertinggi. Jabar pun tidak masuk ke dalam 10 kabupaten kota dengan angka lajunya insidensi tertinggi di Indonesia.

Pada angka nasional maka 6,8 persen dari seluruh kabupaten kota yang ada di Indonesia tidak tercatat adanya kasus Covid-19. Sebanyak 66 persen di kabupaten kota di Indonesia berjumlah kurang dari 100 kasus.

Baca Juga: Supaya Tak Terjerat Resesi, Ridwan Kamil Harap dalam 3 Bulan Pertumbuhan Ekonomi Kembali Positif

Kemudian 23,7 persen atau sekitar 122 kabupaten kota di Indonesia memiliki kasus 100-1000 kasus. Yang terakhir ada 18 kabupaten kota ini yang harus diperhatikan karena jumlah kasus berjumlah lebih dari 1.000 kasus.

"Kemudian ketika ditanya di mana posisi kabupaten kota di Jawa Barat dibandingkan dengan 514 kabupaten kota yang lain maka kita melihat bahwa Kota Depok menempati peringkat ke-18 jumlah kumulatif kasus tertinggi di Indonesia.

Yang kedua Kota Bekasi peringkat 19, Kota Bandung peringkat 33 yang sebenarnya yang terakhir Kota Banjar adalah peringkat 381," ujar dia di Gedung Pakuan, Kota Bandung 6 Agustus 2020.

Baca Juga: Barcelona vs Napoli di Liga Champions: Pemerintah Setempat Pastikan Camp Nou Aman dari Covid-19

Namun berdasarkan jumlah 100 ribu penduduk, yang awalnya kalau secara kumulatif Kota Depok menempati peringkat ke-18, sementara berdasarkan per 100.000 penduduk ini menjadi peringkat 65 Kemudian yang kedua adalah Kota Bekasi peringkat 119, kemudian Kota Cimahi peringkat 135. Paling rendah adalah Majalengka peringkat 455, kemudian di Ciamis peringkat 444, dan Cianjur peringkat 437.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X