Beri Wejangan pada Gubernur Ridwan Kamil, Doni Monardo: Covid-19 Itu Ibarat Malaikat Pencabut Nyawa

- 6 Agustus 2020, 15:05 WIB
Kunjungan Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanangan Covid-19, Doni Monardo ke Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. /Pikiran-Rakyat.com/Novianti Nuruliah

PIKIRAN RAKYAT - Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanangan Covid-19, Doni Monardo, berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) dapat mengimplementasikan apa yang menjadi arahan dari Presiden Joko Widodo (Presiden Jokowi) tentang pentingnya memainkan 'gas dan rem' dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Hal itu penting dilakukan mengingat bahwa 20 persen pendapatan negara berasal dari sektor industri yang ada di Jawa Barat. Di sisi lain, roda penggerak di sektor industri tersebut juga melibatkan peran serta masyarakat dan yang terbesar ada di Jawa Barat.

“Kalau daerahnya risikonya rendah, (maka, red) gasnya bisa ditekan. Tapi kalau seandainya tingkat ancamannya meningkat, remnya yang ditekan,” ujar Doni dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Gedung Negara Pakuan, Bandung, Jawa Barat, Kamis 6 Agustus 2020.

Baca Juga: Liga Champions RB Leipzig vs Atletico Madrid: Kedua Tim Punya Banyak Kesamaan

Selain itu, Doni juga meminta agar peningkatan jumlah dan kapasitas tenaga medis dan laboratorium dapat ditambah. Hal itu mengingat adanya keterbatasan tenaga pada setiap hari libur, sehingga proses uji spesimen terhambat dan tidak optimal.

Di samping itu, Doni juga meminta agar pemerintah daerah lebih memperhatikan dan memberikan kebutuhan para tenaga medis dan laboratorium agar penanganan Covid-19 dapat lebih maksimal.

"Petugas lab-nya (laboratorium-red) yang perlu kita tingkatkan kualitasnya termasuk dukungan operasional dan dukungan logistik untuk mereka agar bisa optimal,” kata Doni.

Baca Juga: Raden Raharjo Berikrar Jadi Pjs Sultan Kasepuhan Cirebon, Putra Mahkota: Tidak Berhak Gelar Kerajaan

“Sehingga para petugas medis kita bisa bekerja lebih baik dan mereka harus terjamin juga keselamatan dan keamanannya. Karena melakukan pemeriksaan spesimen di laboratorium memiliki risiko yang sangat besar,” kata Doni melanjutkan.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X