Anggota DPRD Sebut Pemkab Tasikmalaya Tak Punya Rencana Jelas Tangani Covid-19

- 5 Agustus 2020, 17:17 WIB
Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, melakukan tes swab PCR massal terhadap ASN lingkungan Pemkab Tasikmalaya. /Pikiran-rakyat.com/Aris Mohamad F

PIKIRAN RAKYAT - Pemkab Tasikmalaya saat ini dinilai tidak memiliki rencana dan skenario yang jelas dalam menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Pemda seolah kebingungan dengan lonjakan kasus yang terjadi.

Buktinya, pemerintah tidak melakukan langkah stategis apapun selain penerapan PSBM (Pembatasan Sosial Berskala Mikro) di Cipatujah dan sosialisasi yang gencar.

Hal itu dikatakan, Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya dari fraksi Gerindra Deni Daelani kepada wartawan, Rabu 5 Agustus 2020. Deni bahkan mengaku sangat prihatin dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya yang kini mencapai 34 orang.

Baca Juga: Manchester City vs Real Madrid di Liga Champions: El Real Coba Ikuti Jejak Wolves

"Jadi pemerintah seolah kebingungan dengan lonjakan kasus yang terjadi. Hal ini terbukti, jika pemerintah tidak melakukan langkah stategis apapun selain penerapan PSBM di Cipatujah dan sosialisasi," ujar Deni.

Namun di sisi lain, kata Deni, pihaknya juga mempertanyakan tentang rencana pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan saat terjadinya lonjakan kasus pasien terkonfirmasi positif. Kasusnya memang meroket hanya dalam kurun waktu kurang dari dua pekan saja.

"Jadi seolah tidak ada grand design. Kesannya tanpa arah dan rencana yang jelas. Kedepanya AKB ini akan seperti apa di kabupaten Tasikmalaya," tegas Deni.

Baca Juga: Paulo Dybala Pemain Terbaik Serie A Musim Ini, Berikut Statistiknya

Untuk Grand design ini, dikatakan Deni, bahkan tidak dipersiapkan dari awal. Artinya, pemerintah hanya menjalankan pencegahan tanpa alur yang jelas.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X