Spanduk Penolakan Khilafah Atas Nama PCNU Terpasang di Pinggir Jalan Diponegoro Cirebon

- 1 Agustus 2020, 08:00 WIB
Sebuah spanduk bertuliskan penolakan khilafah, terpasang di Jalan Besi Jempatan Jalan Diponegoro Kejaksan Kota Cirebon, Jawa Barat. / Pikiran Rakyat .com /Egi Septiadi

 Hal tersebut dikatakan ketua Lakpesdam PCNU Kota Cirebon Ide Bagus Arif Setiawan di salah satu kedai kopi di area Perjuangan Kota Cirebon, Jumat 10 Juli 2020 malam.

 Baca Juga: UMKM Terdampak Covid-19, Pemerintah Riau Salurkan Rp25 Miliar untuk Pulihkan Ekonomi

Dikatakan Ibas sapaan akrabnya, dirinya bersama tim, telah mendatangi markas kepolisian resort (Mapolres) Kota Cirebon untuk melaporkan insiden yang mengaitkan pimpinan DPRD Kota Cirebon.

"Kejadian penghapusan kalimat khilafah pada saat pembacaan ikrar kesetiaan pada Pancasila di gedung DPRD Kota Cirebon, yang dibacakan ketua DPRD Affiati Am.a,, Wakil Ketua DPRD Fitria Pamungkaswati dan M. Handarujati Kalamullah," ujar Ibas.

Kepolisian Resort Kota Cirebon, lanjut Ibas, akan berkomitmen untuk mengusut tuntas kejadian tersebut, karena ketua DPRD Kota Cirebon telah sengaja menghapus kata khilafah pada draft ikrar kesetiaan pada Pancasila.

 Baca Juga: Update Covid-19 di Dunia, 1 Agustus 2020: Filipina Catat Kasus Baru Lebih Tinggi dari Indonesia

loading...

"Tentu ini tidak bisa kita diamkan, atau semata-mata insiden ketidaksengajaan karena sebagai ketua DPRD Kota Cirebon seharusnya memahami bahwa paham khilafah dan ideologi HTI sudah dilarang oleh negara,"kata Ibas.

"Pelaporan ini, sebagai bukti kecintaan PCNU Kota Cirebon kepada NKRI dan Pancasila,"sambungnya.

Ibas menegaskan dalam kasus tersebut selain melalui jalur hukum, pihaknya pun juga akan melaporkan ke tiga pimpinan ke Badan Kehormatan DPRD Kota Cirebon.

 Baca Juga: POPULER HARI INI: Pelarian Djoko Tjandra Ke Papua Nugini hingga Cuci Masker dengan Bensin di Vietnam

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X