DBD di Kota Tasik Kembali Renggut Korban Jiwa, Bocah Kelas VI SD Warga Cipedes Meninggal Dunia

- 31 Juli 2020, 13:13 WIB
Pasien DBD kembali meninggal dunia di Kota Tasik.
Pasien DBD kembali meninggal dunia di Kota Tasik. /Pikiran-rakyat.com/Asep M Saefuloh

PIKIRAN RAKYAT - Serangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti kembali menelan jiwa di Kota Tasik, Jawa Barat.

Semalam, Kamis, 30 Juli 2020, sekitar pukul 23.00 WIB, Raisya bocah kelas VI SD berusia 11 tahun warga Jalan Ampera, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, meninggal dunia karena DBD.

A Supendi, kakek korban mengatakan, cucunya itu mulai mengalami gejala DBD, badannya panas tinggi sejak Kamis, 23 Juli 2020.

Baca Juga: Serang Balik, CEO TikTok Sebut Facebook Tukang Jiplak

 Dia mendapat informasi tersebut saat dirinya di Bogor dari anaknya.

"Mulai sakit sejak Kamis pas saya lagi di Bogor. Saya dapat kabar dari anak saya, katanya si ade (korban, Red) sakit panas," ujar Supendi kepada wartawan.

Setelah itu ujar dia, cucunya diperiksa kesehatannya ke dokter dan disuruh menunggu dua hari karena trombositnya belum keliatan turun.

Baca Juga: Sinyal Radio Misterius Tertangkap di Galaksi Bima Sakti, Astronom Kembali Telusuri

"Kemudian karena panasnya tidak turun- turun,  lalu saya sarankan bawa ke rumah sakit (RSUD dr Soekardjo) agar diperiksa laboratorium dan dirawat saja," terangnya.

Terus lanjut dia, pas baru masuk rumah sakit dan dirawat cucunya tersebut sempat muntah darah.

Lalu dimasukan ke ruang PICU. Kata dokter rumah sakit DBD.

Baca Juga: Tinjau Langsung PJJ Bogor hingga Tampung Aspirasi Tenaga Pendidik, Bima Arya: Ini Banyak Keluhannya

"Dirawat di PICU 2 hari. Dirawat di ruangan biasa juga dua hari," sambungnya.

Adanya pasien yang meninggal karena DBD tersebut dibenarkan petugas Pemulasaran jenazah RSUD dr Soekardjo, Asep Rizki. Kata dia, korban kata dokternya meninggal dunia karena DBD.

"Kami mendapatkan informasi dari dokter memang positif DBD. Kami mengambilnya dari ruangan PICU usianya 11 tahun. Tadi meninggal sejitar jam 11 malam. Di ruangan PICU tersebut  memang  banyak pasien DBD yang dirawat DBD," tuturnya.***

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X