Kos-kosan di Indramayu 'Saksi Bisu' Remaja 16 Tahun Jadi Muncikari Prostitusi Online

- 26 Januari 2023, 06:35 WIB
Ilustrasi prostitusi.
Ilustrasi prostitusi. /Pixabay/geralt

PIKIRAN RAKYAT - Polisi meringkus 3 muncikari prostitusi online di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ternyata, salah satu pelaku masih berusia 16 tahun.

Mereka datang sejak 4 Januari 2023 untuk menjalankan bisnis prostitusi dengan menyewa 3 kamar kos-kosan di Jalan Kembar, Kelurahan Kepandean, Kabupaten Indramayu. Ketiga pelaku merupakan MFM (16) warga Kabupaten Bogor, RLR (22) asal Jakarta, dan MF (24) warga Jakarta.

Selain ketiga pelaku, Polisi mengamankan 3 orang PSK asal Kabupaten Bogor yang dipasarkan oleh para tersangka. Mereka berinisial JY (15), MD (30), dan AA (24).

Menurut Kapolres Indramayu AKBP Fahri Siregar, ketiga tersangka ditangkap setelah petugas mendapatkan laporan masyarakat di salah satu indekos yang dijadikan tempat prostitusi. Beraksi menggunakan aplikasi kencan, mereka menyediakan perempuan di dalam indekos tersebut. Bahkan, anak berusia 15 tahun turut dipekerjakan.

Baca Juga: Maruarar Sirait Soal Kepuasan Publik ke Jokowi: Mungkin Paling Tinggi Kepercayaan Publiknya di Dunia

"Tarif yang dikenakan Rp300 ribu sampai dengan Rp1,5 juta, di mana setiap transaksi tersangka mendapatkan keuntungan Rp50 ribu hingga Rp150 ribu," katanya, Rabu, 25 Januari 2023.

Tidak hanya menangkap pelaku, Polisi menyita sejumlah barang bukti seperti telepon genggam, alat kontrasepsi, tisu, dan lain-lain. Atas perbuatannya, ketiga tersangka mucikari tersebut diancam dengan Pasal 2 ayat (2) UU RI No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindana Perdagangan Orang (PTPPO).

"Dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 120 juta dan paling banyak Rp 600 juta," tutur Fahri Siregar.

Terkait hal itu, dia mengimbau kepada para orangtua untuk bisa mengedukasi anak-anaknya agar tidak sampai terjerumus dalam dunia prostitusi. Mengingat, sekarang ini banyak anak yang menjadi korban pelecehan seksual.

Halaman:

Editor: Eka Alisa Putri


Tags

Artikel Pilihan


Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x