Geger Penghapusan Kalimat Khilafah saat Pembacaan Ikrar, PDIP Kota Cirebon Angkat Bicara

- 18 Juli 2020, 06:15 WIB
etua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangn (PDIP) Kota Cirebon, Edi Suripno didampingi Wakil Ketua DPRD Fitria Pamungkas Wati, menjelaskan soal Fitria Tidak Salah Tulis Ikrar.8 /Pikiran-Rakyat.com/Egi Septiadi

PIKIRAN RAKYAT - Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangn (PDIP) Kota Cirebon, Edi Suripno menilai apa yang telah dilakukan Wakil Ketua DPRD Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati terkait pembacaan ikrar kesetiaan pada Pancasila sudah benar.

Dikatakan Edi, konsep ikrar yang dibuat Fitria sudah sangat benar, karena tertera ada kalimat penolakan paham komunisme dan khilafah.

"Penghapusan/pencoretan kata khilafah bukan dilakukan Ibu Fitria. Ibu Fitria justru yang membuat konsep penolakan terhadap paham komunisme dan khilafah," tanda Edi dalam klarifikasi yang disampaikan ke wartawan.

Baca Juga: Ramalan Zodiak 18 Juli 2020, Cancer dan 2 Zodiak Lainnya akan Berbahagia Hari Ini

Menurut Edi, persoalan ini memang mendapat perhatian dari DPD dan DPP PDIP. Peristiwa yang terjadi itu pun sudah disampaikan dan tidak ada persoalan di internal PDIP.

Legislator dari Dapil 1 ini, yang juga sebagai pengurus DPD PDIP Jawa Barat ini menyampaikan, dari pihak DPD sampai dengan DPP PDIP sudah mendapatkan kejelasan dari peristiwa yang terjadi saat itu.

"Persoalan ini harus diklarifikasi sehingga menjadi jelas, agar tidak ada kekeliruan dan kesalahan. Kami di PDIP tidak ada persoalan berarti karena konsep ikrar berisi penolakan komunisme dan khilafah sudah tepat," lanjutnya.

Baca Juga: Penutupan Ruas Jalan di Kota Bandung Tak Akan Diakhiri, Polrestabes: Covid-19 Ini Masih Ada

Di tempat yang sama, Fitria Pamungkaswati kembali menegaskan, dirinya protes atas pencoretan kata khilafah. Indonesia sudah jelas menolak paham komunisme dan khilafah.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X