Kalimat Khilafah Dihapus Saat Pembacaan Ikrar di DPRD Kota Cirebon, Akademisi Duga Ada Sabotase

- 12 Juli 2020, 17:57 WIB
Seorang pengendara melintas di depan Gedung DPRD Kota Cirebon, Jawa Barat. /Pikiran Rakyat.com/Egi Septiadi

PIKIRAN RAKYAT – Akademisi Cirebon Iskandar Zulkarnaen menilai adanya penghapusan kalimat khilafah, yang sempat dibacakan oleh Ketua DPRD Kota Cirebon Affiati, pada saat berdialog bersama Forum Cirebon Bersatu, diduga ada unsur kesengajaan atau sabotase.

Karena berdasarkan informasi yang didapat, tulisan ikrar itu dibuat langsung oleh Sekretaris DPRD Kota Cirebon, Jawa Barat, bukan oleh Wakil Ketua Fitria Pamungkaswati.

"Saya menilai ada pengrusakan yang terencana atau sabotase dalam hal ini, sabotasenya sendiri apakah itu ingin menjatuhkan ketua DPRD dalam hal ini Affiati, yang dimana didalam tubuh DPRD sendiri dalam kondisi tidak cakap, atau ada unsur ingin membuat Kota Cirebon semakin gaduh, " kata Iskandar saat dikonfirmasi Pikiran Rakyat.com via telefon Minggu, 12 Juli 2020.

 Baca Juga: Hasil Swab Test 5 Pedagang Derita Covid-19, Pasar Terbesar di Purwokerto Ditutup Tiga Hari

Pembina Komunitas Sosial dan Pendidikan (Kolisdik) Cirebon ini menambahkan, terlebih sosok Affiati dinilai sebagai politikus yang polos.

loading...

Sehingga tidak mengerti pembacaan ikrar seharusnya sudah di cek terlebih dahulu kebenarannya sebelum teks itu dibacakan menjadi sebuah ikrar.

"Atau sekretaris dengan ketua DPRD-nya sendiri tidak harmonis, karena fungsi Sekretaris DPRD adalah mereka yang menulis dan menyiapkan kegiatan di DPRD, kalau gitu buat apa ada sekretaris jika bahannya tidak disusun terencana dengan rapi, " ungkap Izul panggilan akrabnya.

 Baca Juga: Inisiatif Stimulus Kredit bank bjb Terus Dorong UMKM Berdaya Hadapi New Normal

Pihaknya mendukung dari Lakpesdam PCNU Kota Cirebon yang melaporkan, langkah pelaporan itu dinilai wajar, karena dalam pemerintahan itu seharusnya lebih profesional bukan  main-main. 

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X