Setahun Direnovasi Pemkot Cirebon, Atap Baja Ringan Rumah Putiha Raib Diterjang Puting Beliung

- 4 Juli 2020, 18:43 WIB
Putiha menunjukkan atap rumahnya yang rusak, akibat diterjang angin puting beliung. /Pikiran-rakyat.com/Egi Septiadi
PIKIRAN RAKYAT - Rumah adalah tempat tinggal dan juga tempat berteduh dari panas maupun hujan, namun kondisi tersebut kini sudah tidak bisa dirasakan kembali oleh putiha warga Kota Cirebon, setelah hampir seratus persen atap rumahnya rusak diterjang angin puting.
 
Saat Pikiran Rakyat.com mendatangi kediamannya yang berlokasi di RT 01 RW 07 Kampung Kesunean Utara, Kelurahan Kasepuhan Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon, wanita berusia 56 tahun tersebut hanya bisa pasrah didampingi anggota keluarganya, membersihkan bekas debu dan bekas bangunan yang roboh.
 
Dengan ingatan yang masih jelas saat kejadian yang merusak atap rumahnya, Putiha bercerita bahwa saat kejadian kemarin dirinya tengah memasak di dapur, kemudian sekitar Pukul 19.50 WIB hujan turun disertai angin puting beliung.
 
 
" Awalnya kecil namun tiba-tiba besar dan langsung merusak atap rumah saya yang terbuat dari baja ringan semua, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, karena saya dan keluarga langsung lari keluar rumah menyelamatkan diri, " ceritanya sambil mencontohkan atap terbang terbawa arus angin puting beliung.
 
Wanita  berstatus janda tersebut menerangkan setelah hujan reda turun dan angin mulai menghilang, dirinya mencoba menyelamatkan barang di rumahnya untuk diungsikan di rumah sodara.
 
" Saya bersama keluarga sementara waktu kini mengungsi, ke rumah sodara yang jaraknya tidak jauh dari rumah," jelasnya.
 
 
Putiha menceritakan atap rumahnya 100 persen terbuat dari baja ringan, setelah pada tahun sebelumnya mendapat bantuan warga tidak mampu, sebagai peserta yang mendapatkan bantuan rumah tidak layak huni dari pemerintah Kota Cirebon. 
 
" Namun sepertinya tidak kuat menahan tekanan, hingga akhirnya mudah rusak saat kena angin puting beliung, saya trauma dengan kejadian ini. Jika nanti mendapatkan bantuan perbaikan, semoga tidak dibangun dari bahan baja ringan kembali, cukup dengan kayu dan genteng biasa saja, " pintanya.
 
Dengan kondisi sekarang putiha terpaksa tidak beraktivitas, menjadi seorang pembantu rumah tangga di sebuah rumah kursus sekolah balet di Kota Cirebon.
 
 
" Saya sudah izin tidak masuk kerja sampai sekarang dan Alhamdulillah diizinkan, karena mumpung libur Sabtu dan Minggu beberes dulu, baik di ruangan tamu, dapur, dan kamar tidur, " jelasnya.
 
Wanita berkulit putih tersebut berharap, bantuan segera disalurkan karena yang rusak itu atap, jadi kalau hujan air masuk ke dalam rumah sehingga diperlukan waktu cepat.
 
Adapun tambahnya sekarang baru menerima bantuan sembako saja, belum kepada langkah adanya perbaikan oleh pemerintah atau dinas terkait.
 
" Kemarin sudah ada pantauan dari pihak BPBD dan Dinas Sosial, namun karena sekarang tengah musim pandemi covid-19, dana difokuskan untuk penanganan covid-19 saya paham, namun semoga bisa cepat amin," tandasnya.***
 

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X