Melacak Jejak Aktivitas Warga dari Aplikasi Barcode, Rahmat: Tinggal Unduh di Ponsel Android

- 1 Juli 2020, 09:00 WIB
ILUSTRASI aplikasi. /pixabay

PIKIRAN RAKYAT - PEMERINTAH Kota Bogor  mulai melonggarkan aktivitas perekonomian  sejak dua pekan terakhir.  Sejumlah mal  pun mulai beroperasi  agar ekonomi tak  semakin terpuruk.  Meskipun dilonggarkan, Pemkot Bogor berupaya untuk tetap  memperketat pengawasan gerak gerik masyarakat Kota Bogor.

Salah satu yang dilakukan  yakni meluncurkan aplikasi Jejak, untuk mendata warga  yang berkunjung ke mal maupun supermarket.  Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfotandi) Kota Bogor Rahmat Hidaya mengatakan,  aplikasi Jejak lahir  sebagai tindaklanjut dari adanya klaster toko bangunan belum lama ini.  Melalui aplikasi tersebut, warga yang datang ke mal bisa dengan mudah dilacak aktivitasnya selama 14 hari ke belakang.

“Dari klaster bangunan, yang paling sulit dilacak menghitung 14 hari pengunjung yang datang usai adanya kasus positif. Ini karena data pengunjungnya tidak pasti. Tetapi dengan aplikasi barcode ini, kita bisa melacak orang-orang,” kata  Rahmat, Selasa 30 Juni 2020.

Baca Juga: Di Kabupaten Bogor, Jumlah Meninggal PDP Jauh Lebih Tinggi dari Kematian Pasien Positif Covid-19

Saat ini, aplikasi Jejak sudah tersedia di ponsel berbasis Android. Setelah mengunduh aplikasi tersebut, warga dapat  melakukan registrasi dengan memasukkan nomor induk kependudukan, foto diri, dan nomor ponsel.  Aplikasi tersebut sudah disempurnakan,  agar keamanan data pribadi masyarakat tidak bocor.

Menurut Rahmat,  aplikasi berbasis barcode itu  mulai dioperasikan di mal dan supermarket. Mereka yang datang diminta untuk melakukan pindai data barcode Jejak.  Dengan demikian,  aplikasi Jejak dapat mengetahui  orang yang berinteraksi dengan pasien positif.

Jika masyarakat tak memiliki ponsel pintar,  pihak mal  akan meminta petugas untuk mencatat warga yang datang.  Aplikasi untuk melacak aktivitas warga saat ini  ada tiga, yakni aplikasi untuk pengunjung, aplikasi untul mal, dan aplikasi untuk Pemkot Bogor.

Baca Juga: Agus Suparmanto : Optimis Ekspor Indonesia Masih Tumbuh Positif

loading...

“Aplikasi ini sudah diterapkan di negara Singapura hingga New Zeland.  Data pengunjung dikumpulkan,  sebagai antisipasi  kalau ada yang terinfeksi Covid-19 di tempat keramaian.  Kami mencoba mengadopsi pencegahan dari negara-negara itu,” ujar Rahmat.

Wali Kota Bogor Bima Arya meminta  warga Bogor atau yang berkunjung ke mal untuk bisa mengunduh aplikasi tersebut. Walaupun masih dalam tahap uji coba,  aplikasi tersebut memudahkan Pemkot Bogor mendata pengunjung  sebagai antisipasi persebaran Covid-19.

“Semakin banyak yang mengunduh, kita semakin mudah mendeteksi potensi kemungkinan penularan,” ujar Bima.

Baca Juga: Beredar di Medsos dan Kagetkan Warga Garut, Bangunan dan Tanah SDN Dijual Oknum Desa

Menurut Bima, selain di mal, aplikasi tersebut  juga akan dikembangkan ke  tempat lain seperti restoran. Terkait keamanan data pengguna,  Bima menyebut hal itu menjadi tanggungjawab pengembang aplikasi.

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X