Heboh Video 'Kudeta' Keraton Kasepuhan Cirebon, Sejarawan Sebut Banyak Pertanyaan Besar

- 1 Juli 2020, 06:25 WIB
Pengunjung mengamati koleksi benda-benda pusaka kuno berusia ratusan tahun koleksi Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon belum lama ini. Pascapengembalian keris milik Pangeran Diponegoro oleh pemerintah Belanda, Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) meminta Pemerintah Belanda juga mengembalikan semua pusaka, naskah kuno, dokumen dan kekayaan budaya lain, yang dirampas Belanda dari keraton seluruh Nusantara, saat masa penjajahan dulu.* /ANI NUNUNG/PR

PIKIRAN RAKYAT - Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis menegaskan sikapnya yang tidak mau turut campur dalam konflik di Keraton Kasepuhan, yang dinilainya sebagai urusan internal keluarga Keraton Kasepuhan.

Sikap tersebut disampaikan Azis seusai menerima Rahardjo Djali, yang videonya tengah menggembok kediaman Sultan Sepuh XIV viral, di rumah dinas wali kota Senin 29 Juni 2020 malam.

Saat menemui wali kota Rahardjo didampingi salah seorang kerabatnya Elang Heri. Sedangkan Azis didampingi tokoh masyarakat Cirebon, Dadang Sukandar Kasidin yang juga Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati. Pertemuan sendiri berlangsung tertutup.

Baca Juga: Mulai Hari Ini 1 Juli 2020, Kawasan Tahura Kembali Dibuka untuk Umum

Meski bersedia menerima Rahardjo Djali, Azis menegaskan, pertemuan tersebut sama sekali tidak ada kaitan dengan dukung mendukung salah satu pihak.

loading...

"Saya sudah melihat adanya video yang viral dan sudah memanggil dinas terkait. Sikap saya selaku wali kota Cirebon sangat jelas, tidak mau ikut campur dalam urusan keluarga keraton," katanya Senin malam.

Menurutnya, dari informasi dan laporan yang didapatnya dari SKPD terkait, diperoleh kesimpulan kalau kejadian tersebut lebih bernuansa konflik keluarga.

Baca Juga: KPU Kota Depok Tegaskan Siap untuk Jalani Pilkada Serentak 2020 di Tengah Pandemi Covid-19

Sehingga menurut Azis, sikap Pemkot Cirebon sangat jelas, tidak akan mencampuri urusan internal keluarga Keraton Kasepuhan.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X