Harga Telur Tembus Rp30.000, Pedagang Merajuk: Itu Karena Ada PKH

- 15 Agustus 2022, 07:00 WIB
Pekerja mengambil telur ayam, di Desa Sindangrasa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis 23 September. Harga telur turun terus.
Pekerja mengambil telur ayam, di Desa Sindangrasa, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis 23 September. Harga telur turun terus. /Antara Foto/Adeng Bustomi

PIKIRAN RAKYAT - Harga telur ayam ras di Kota Tasikmalaya ­tembus Rp30.000 per kilogram.

Tingginya harga telur tersebut diduga dipicu banyaknya ­permintaan ­untuk Program Keluarga Harapan (KPH) di setiap daerah. Bantuan PKH itu meliputi sembako, salah satunya telur ayam.

"Kami hari ini memang menjual harga telur kualitas super (merah) Rp30.000 per kilogram. Padahal kemarin masih bisa menjual Rp28.000 per kilo," ujar Jajang (40), seorang penjual telur di Pasar Cikurubuk. Kota Tasikmalaya, Minggu 14 Agustus 2022.

Menurut Jajang, naiknya harga telur karena harga penjualan dari distributor naik.

Baca Juga: Harga Telur dan Daging Ayam Terus Melonjak, Penjual Makanan Akui Binggung Tak Bisa Naikan Harga Dagangannya

 "Kalau stok mah ada Pak. Cuman katanya seka­rang banyak permintaan te­lur untuk program PKH sehingga berimbas kepada kenaikan harga," ujar Jajang.

Pedagang lain, Imah juga mengatakan, dia mengetahui penyebab harta telur naik ka­rena ada program PKH.

"Jadi, sekarang PKH main borong telur untuk peme­nuh­an penyaluran sembako sehingga harganya tinggi. Imbasnya, kami juga beli dari peternak de­ngan harga tinggi karena mereka me­na­warkan harga yang sa­ma. Kal­au berani, beli. Enggak berani, enggak dapat barang sekarang mah," ujarnya.

Tingginya harga telur akibat adanya program PKH juga dikonfirmasi Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Pemerintah Kota Tasikmalaya.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network