Warga di Cianjur Rela Menyebrangi Jembatan Rusak dan Berbahaya Demi Persingkat Perjalanan

- 23 Juni 2022, 10:45 WIB
Seorang warga nekad menyebrang jembatan Leuwinanggung, untuk menuju ke Desa lain, di Kampung Ciputat RT 04/02, Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.
Seorang warga nekad menyebrang jembatan Leuwinanggung, untuk menuju ke Desa lain, di Kampung Ciputat RT 04/02, Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. /Pikiran-Rakyat.com/Muhammad Ginanjar

PIKIRAN RAKYAT - Kondisi Warga di Kampung Ciputat RT 04/02, Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur ketika ingin menyebrang melewati sungai sangat mengkhawatirkan.

Mereka rela bergelantungan demi mempersingkat waktu tempuh, menuju sebuah pasar ataupun sawah garapan, di desa seberang, warga nekat gunakan jembatan rusak yang tidak layak dan sangat berbahaya.

Jembatan tersebut menghubungkan dua kampung yang berbeda kecamatan, yaitu kampung Ciputat desa Salamnunggal, kecamatan Cibeber dengan kampung Cibaregbeg desa Sukarama, kecamatan Bojongpicung.

Seperti dalam adegan film, warga harus bergelantungan di kawat baja berkarat tanpa alas pijak, untuk melintasi jembatan Leuwinanggung.

Baca Juga: Satu Keluarga Terjatuh ke Sungai Cimandiri Sukabumi, Kontraktor Jembatan Bagbagan Belikan Motor Baru

Seorang warga nekad menyebrang jembatan Leuwinanggung, untuk menuju ke Desa lain, di Kampung Ciputat RT 04/02, Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.
Seorang warga nekad menyebrang jembatan Leuwinanggung, untuk menuju ke Desa lain, di Kampung Ciputat RT 04/02, Desa Salamnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.

Seorang warga, Enih (70), sempat terperosok sebelah kakinya saat membawa buah pisang dari kebun.

"Dulu masih ada bambu di bawahnya tidak seperti sekarang yang tinggal kawat, namun saat itu juga kaki saya sempat terperosok sebelah," ujar Enih ditemui di warungnya yang terletak di Kampung Ciputat, Rabu 22 Juni 2022.

Enih bersyukur ada warga lain yang melihatnya sehingga ia bisa lolos tak terjatuh ke Sungai Cisokan.

"Alhamdulillah dibantu sama yang melihat," katanya.

Darmawan (40), Warga Sekitar juga menuturkan, bahwa hanya warga yang berani dan nekat saja saat ini yang menyeberang karena kondisi jembatan sudah rusak parah.

"Paling mereka yang belanja ke terminal untuk kebutuhan warung, atau warga yang mempunyai garapan sawah saja," kata Darmawan.

Ia mengatakan, bahwa sering melintasi jembatan tersebut untuk bergelantungan, karena tergolong masih muda, ia pun sering merasakan hawa dingin menerpa saat bergelantungan di tengah jembatan.

Baca Juga: Puluhan Bangkai Kambing Mengapung di Sungai Serang Semarang, Polisi Kantongi Identitas Pembuang

Halaman:

Editor: Tita Salsabila


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network