Efek Kebijakan Arab Saudi, Ratusan Calon Haji di Majalengka Kini Hanya Bisa Berharap

- 22 Mei 2022, 16:35 WIB
Arab Saudi mengeluarkan kebijakan baru terkait ibadah haji 2022
Arab Saudi mengeluarkan kebijakan baru terkait ibadah haji 2022 /Pixabay/Alymo

PIKIRAN RAKYAT - Sekitar 200 orang lebih dari jumlah 1.161 calon haji asal Majalengka yang usianya diatas 65 tahun dan telah melunasi biaya ongkos haji berharap suatu saat Pemerintah Arab Saudi bisa merubah kebijakan yang telah diterbitkannya sehingga calon bisa berangkat untuk menunaikan rukun Islam ke lima.

“Sebanyak 1.161 orang yang sudah melunasi biaya perjalanan haji sejak Tahun 2020, ada sebanyak 200 orang lebih diantaranya sudah berusia diatas 65 tahun. Kini mereka menyadari kemungkinan tidak bisa berangkat namun belum ada seorangpun yang menarik dana ONH yang sudah disetorkannya atau mengajukan pembatalan. Mereka tetap berharap tahun depan.” ungkap  Kasie Urusan Haji Kabupaten Majalengka Heru Hoerudin, Minggu, 22 Mei 2022.

Menurut Heru, pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap para calon haji melalui KBIH masing-masing di setiap kecamatan sehingga semua bisa menerima keputusan Pemerintah Arab Saudi.

Baca Juga: Korea Utara Gencar Uji Coba Nuklir, Joe Biden Sentil Kim Jong Un dengan Dua Kata

Sedangkan kuota haji untuk Kabupaten Majalengka di tahun 2022 secara resmi belum diterima apakah tetap 1.161 orang ataukah benar hanya setengahnya dari jumlah tersebut, Kementerian Agama masih menunggu keputusan Pemerintah Pusat. Hanya untuk petugas haji sudah dipastikan hanya satu orang.

Seperti diberitakan sebelumnya  waiting list haji Kabupaten Majalengka kini sudah lebih dari  21.997 orang, dengan masa tunggu 20 tahun ke depan bila rata-rata keberangkatan setiap tahunnya sebanyak 1.150 orang atau lebih. Di Tahun 2022 jumlah pendaftar setiap bulannya hampir mendekati angka 90 orang.

Pemerintah memutuskan hanya akan memberangkatkan calon haji ke Tanah Suci Mekah pada tahun 2022 dengan batas usia di bawah 65 tahun dan sudah mendapat layanan vaksin sesuai ketentuan yang diterapkan pemerintah Arab Saudi.

Hal ini merupakan lanjutan dari kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi.***

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network