Cabuli Kakek-Kakek, Pria di Garut Bikin Heboh

- 21 Mei 2022, 19:08 WIB
Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono didampingi Kasat Reskrim AKP Dede Sopandi memberikan keterangan terkait perbuatan cabul yang dilakukan seorang oknum guru ngaji terhadap dua orang kakek-kakek yang merupakan jemaahnya.
Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono didampingi Kasat Reskrim AKP Dede Sopandi memberikan keterangan terkait perbuatan cabul yang dilakukan seorang oknum guru ngaji terhadap dua orang kakek-kakek yang merupakan jemaahnya. /Pikiran Rakyat/Aep Hendy

PIKIRAN RAKYAT - Masyarakat Garut dihebohkan dengan perilaku menyimpang pria. Pria berusia 42 tahun itu telah melakukan perbuatan yang tak senonoh terhadap jamaahnya dan yang lebih menghebohkan, korbannya adalah kakek-kakek.

"Saat ini kami telah mengamankan seorang laki-laki berinisial P, warga Desa Kadongdong, Kecamatan Banjarwangi yang dikenal sebagai guru ngaji. Ia diamankan karena diduga telah melakukan pencabulan terhadap jemaahnya tapi sesama jenis yang usianya sudah tergolong lansia," ujar Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono, Sabtu, 21 Mei 2022.

Disebutkannya, apa yang dilakukan tersangka ini tentu saja sebelumnya tak diduga oleh warga. Selain guru ngaji, warga juga tak mengira kalau orang yang selama ini mereka hormati itu ternyata juga punya kelainan seksual yakni penyuka sesama jenis alias gay.

Berdasarkan hasil penyelidikan, tuturnya, diketahui jika P telah melakukan pencabulan terhadap dua orang. Korban pencabulan P keduanya  berjenis kelamin laki-laki yang usianya 70 dan 79 tahun atau terbilang sudah lansia.

Baca Juga: Tangisnya Tembus Kesunyian Pukul 3 Pagi, Kronologi Penemuan Bayi di Taman Kopo Indah Bandung Terungkap

Baca Juga: Dua Ganda Putra Indonesia Bertemu di Final SEA Games 2021, Merah Putih Pastikan Satu Medali Emas Bulu Tangkis

Perbuatan tercela pelaku, kata Wirdhanto terungkap setelah salah satu keluarga korban mengetahui hal itu. Tak terima dengan apa yang telah dilakukan pelaku, keluarga korban pun akhirnya melaporkannya ke polisi.

"Sebenarnya perbuatan menyimpang pelaku dilakukan sudah cukup lama yakni sekitar bulan Maret-Mei 2021 silam. Namun pihak keluarga baru mengetahuinya beberapa waktu lalu sehingga mereka pun memutuskan untuk melaporkannya ke polisi," katanya.

Disampaikan Wirdhanto, berbekal laporan salah satu keluarga korban, polisi pun kemudian melakukan pengembangan penyelidikan.

Akhirnya diketahui juga jika korban perbuatan menyimpang pelaku ini bukan hanya satu orang tapi ada juga yang lainnya.

Halaman:

Editor: Ikbal Tawakal


Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network