Pemkot Bogor Belum Bisa Pastikan PSBB Akan Dilanjutkan Tidaknya

- 3 Juni 2020, 18:23 WIB
WALI Kota Bogor Bima Arya memantau kondisi Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor, Minggu (17/5/2020). Sepekan menjelang Lebaran, kondisi pasar penuh sesak oleh pembeli baju dan aksesoris.* /Dok.Perumda Pasar Pakuan Jaya

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah Kota Bogor belum dapat memastikan apakah akan melanjutkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi, atau menetapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Keputusan tersebut baru dapat ditetapkan, Kamis 4 Juni 2020 bersamaan dengan berakhirnya masa PSBB transisi.

“Data Covid-19 emang landai, selama PSBB transisi, ada dua kasus baru, yang satu kasus impor dari jamaah tablig Filipina, satu lagi dari klaster lain. Jadi penyebaran di Kota Bogor sebenarnya lumayan terkendali,” ujar Wali Kota Bogor Bima Arya, Rabu 3 Juni 2020.

Walaupun kasus Covid-19 di Kota Bogor melandai, Pemkot Bogor tetap perlu berkoordinasi dengan Pemprov Jabar. Terlebih, Pemprov Jabar merekomendasikan Kota Bogor untuk tetap melaksanakan PSBB proporsional karena masih berada di zona kuning.

Baca Juga: Datangi Kantor DPRD Jabar, Pedagang Minta Pasar Kembali Dibuka

“Koordinasi perlu, apakah dengan adanya penurunan data ini, apakah ada perubahan status atau tidak. Kita perlu koordinasi. Angka yang tinggi di daerah lain seperti kabupaten dan Jakarta juga jadi perhatian kami,” kata Bima.

Menurut Bima, yang terpenting setelah masa PSBB berakhir, adalah penguatan di wilayah RW terutama di kawasan yang kasus Covid-19 tinggi. Bima menyebut, saat ini beberapa RW yang masuk zona merah sudah memberlakukan protokol kesehatan yang ketat.

“Ibaratnya nyaris lockdown, kita juga beri bantuan logistik, ada juga bantuan dari provnsi. Kuncinya kita betul-betul perketat di wilayah masing-masing, kita ingin semua berjalan, ekonomi hidup, tapi protokol kesehatan juga tetap jalan,” ujar Bima.***

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X