Baca Meter Mandiri Masih Berlaku, PLN : Foto kWh, Kirim ke Whatsapp

- 3 Juni 2020, 10:59 WIB
ILUSTRASI pemeriksaan meteran listrik.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - PLN Unit Pelayanan 3 Cikarang memastikan program baca Meter Mandiri masih berlaku. Pelanggan tinggal memotret nomor pada meteran (kWh) lalu mengirimkan melalui Whatsapp ke 08122 123 123. Seperti diketahui program ini digelar sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran Covid-19. 

Manajer PLN UP3 Cikarang, Ahmad Syauki menuturkan, proses pencatatan meter yang biasanya dilakukan oleh petugas pencatat sebelum adanya pandemi ditiadakan. Sebagai gantinya, PLN telah menyiapkan layanan melalui WhatsApp terpusat bagi pelanggan.

“Ini bagian dari Physical Distancing yang kami lakukan, mengurangi interaksi langsung antara petugas dengan pelanggan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona,” ucap Syauki, Rabu 3 Juni 2020.

Baca Juga: Jadi Tempat Asal Virus Corona, Kini Tak Satu pun Positif COVID-19 dari 10 Juta Warga Wuhan Tiongkok

Program baca meter mandiri ini dinilai penting mengingat masih banyak pelanggan pasca bayar. Untuk diketahui, jumlah pelanggan UP3 Cikarang mencapai 930.264 pelanggan yang meliputi 18 dari 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi. Dari jumlah tersebut, 278.723 pelanggan masih menggunakan layanan pasca bayar. Sedangkan sisanya, 652.541 pelanggan menggunakan sistem pra bayar.

Untuk mengakses program baca meter mandiri, tambah Syauki, pelanggan pascabayar dapat mengirimkan angka stan kWh meter.

"Langkah pertama pelanggan siapkan nomor kWh meter dan foto stan meter. Kemudian pelanggan membuka aplikasi WhatsApp dan kirim pesan melalui nomor 08122 123 123. Tahap berikutnya ketik angka 2 untuk lapor pemakaian pascabayar. Selanjutnya ikuti langkah-langkah yang ada dalam WhatsApp," kata Syauki.

Baca Juga: Persib dalam Sejarah: 2 Pemain Andalan Rasakan Kerasnya Laga Kontra Persija hingga Tulang Bergoyang

Untuk proses pelaporan angka stan meter, tambah Syauki, dapat dilakukan oleh pelanggan sesuai tanggal pencatatan meter masing-masing pelanggan yang akan diinformasikan pada awal proses pelaporan mandiri melalui WhatsApp. Laporan dari pelanggan tersebut nantinya akan menjadi dasar perhitungan tagihan listrik pelanggan setiap bulannya

“Jadi di akhir bulan April pelanggan akan melaporkan untuk rekening tagihan bulan Mei. Demikian juga pada akhir Mei, kami mohon pelanggan dapat mengirimkan kembali angka stan meter untuk dasar perhitungan tagihan bulan Juni,” ucapnya.

Manajer Bagian Pemasaran dan Pelayanan Pelanggan Arief Prastyanto menambahkan, bagi pelanggan yang tidak melaporkan angka kWh meter, dasar perhitungan tagihan listrik akan menggunakan perhitungan rata-rata pemakaian listrik selama tiga bulan terakhir. 

Baca Juga: Hindari Gelombang Kedua Covid-19,Protokol Kesehatan di Pasar Tradisional saat New Normal Harus Ketat

“Jadi pelanggan yang tidak bisa melaporkan, tidak perlu khawatir. Nanti untuk keakuratan tentu kami lebih menyarankan agar mengikuti baca meteran mandiri ini," ucapnya.

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X