Deni Darmawan : Jumlah Penderita Positif Covid-19 Berpotensi Berkurang Setelah Isolasi Komunal

- 3 Juni 2020, 07:48 WIB
KADINKES Purwakarta Deni Darmawan di ruang kerjanya.* /HILMI ABDUL HALIM/"PR"

PIKIRAN RAKYAT - Sebanyak 10 dari 16 warga Kabupaten Purwakarta yang terinfeksi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) menjalani tes usap (swab test) lanjutan. Hasil tes sebelumnya menunjukkan kesepuluh orang itu negatif Covid-19 setelah menjalani isolasi mandiri.

Meskipun demikian, mereka belum bisa dinyatakan sembuh. "Kalau hasil swab test kali ini negatif lagi mereka baru dinyalakan sembuh," kata Kepala Dinas Kesehatan Purwakarta Deni Darmawan, Selasa 2 Juni 2020.

Kesepuluh orang yang positif Covid-19 itu masih menjalani karantina secara komunal di Wisma Mahkota Sehat. Deni menilai kondisi kesehatan pasien lebih baik setelah dipindahkan dari rumah masing-masing ke tempat isolasi komunal.

Baca Juga: Satu-satunya PDP Covid-19, Istri Karyawan Perusahaan Besar Kelapa Sawit Meninggal Usai Melahirkan

Hingga saat ini, jumlah penderita Covid-19 di Purwakarta masih berjumlah 16 orang. Sebanyak 12 orang di antaranya dikarantina komunal, seorang pasien dirawat di Rumah Sakit swasta dan sisanya menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Tidak ada penambahan jumlah positif Covid-19 di Purwakarta selama beberapa hari terakhir jadi Purwakarta sekarang termasuk zona biru," ujar Deni menegaskan. Situasi tersebut sebenarnya memungkinkan untuk penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru.

Baca Juga: Kesiapan Pengelola Mal di Bandung, Ema : Protokol Kesehatan Dijalankan dengan Kreasi Beragam

Deni menjelaskan, AKB berbeda dengan kondisi sebelum ada pandemi Covid-19. Masyarakat diimbau untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat supaya tidak terjadi gelombang kedua pandemi.

"Jangan sampai masyarakat longgar (tidak mengikuti protokol kesehatan) nanti angka Covid-19 naik akhirnya kita terjerumus lagi ke zona kuning," kata Deni mengingatkan. Namun, pemerintah daerahnya lebih memilih melanjutkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara parsial.

Baca Juga: RSUD Cikalongwetan Kini Miliki Ruang Isolasi untuk Pasien Covid-19

Meskipun PSBB parsial ketiga hanya untuk wilayah Kecamatan Purwakarta, protokol kesehatan juga diwajibkan di kecamatan lainnya. Pemerintah dibantu oleh Tentara Nasional Indonesia untuk mengawasi pelaksanaannya melalui 79 titik penjagaan di 17 kecamatan.

Berdasarkan arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Deni menyebutkan pelaksanaan PSBB parsial ketiga di Purwakarta bisa sampai 12 Juni 2020. Namun, pembukaan kembali pelayanan publik, rumah ibadah hingga industri tetap dilakukan secara bertahap sesuai instruksi presiden terkait Kenormalan Baru. ***

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X