Pandemi Covid-19, Masih Banyak Pedagang Kecil di Purwakarta Abaikan Protokol Kesehatan

- 2 Juni 2020, 08:28 WIB
ILUSTRASI pedagang kecil. Pedagang keliling melintasi deretan lapak PKL yang memenuhi badan Jalan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jumat 7 Februari 2020. Dorongan penataan PKL Cihideung terus mengemuka.* /BAMBANG ARIFIANTO/"PR"

PIKIRAN RAKYAT - Pedagang kecil di Kabupaten Purwakarta masih banyak yang mengabaikan protokol kesehatan di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Tak hanya pasar swalayan, pemerintah daerah juga diminta memerhatikan pedagang kecil menjelang adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Hal itu ditegaskan oleh Ketua Bidang Usaha Kecil Menengah di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kabupaten Purwakarta, Salman Al Farisi. "Kesadaran pedagang kecil seperti untuk memakai masker dan sarung tangan itu masih rendah," ujarnya, Senin 1 Juni 2020.

Menurut pemantauan di lapangan, masih banyak pedagang kaki lima, khususnya sektor makanan dan minuman, yang belum mengikuti protokol kesehatan tersebut. Padahal, kelengkapan alat pelindung diri bagi pedagang itu dinilai dapat meningkatkan kepercayaan pembeli.

Baca Juga: KPU Mesti Pandai Siasati Aturan Pilkada di Tengah Normal Baru

Karena itu, Salman meminta pemerintah daerahnya lebih memperhatikan kebutuhan para pedagang kecil menjelang penerapan AKB. Selain sosialisasi, pemerintah daerah juga sebaiknya memberikan bantuan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan.

Ia mengkritisi kebijakan pemerintah daerahnya yang terkesan lebih memerhatikan pasar swalayan dengan memberikan sertifikat khusus bagi yang menerapkan protokol kesehatan. "Tidak menutup kemungkinan penyebaran Covid-19 itu justru di tempat-tempat pedagang kecil," katanya.

Baca Juga: Pelanggan Tak Perlu Repot Lagi, Pencatatan Meteran Air Kembali Dilakukan Petugas PDAM

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Purwakarta Karliati Djuanda mengakui, belum ada upaya khusus kepada pedagang kecil. "Kami akan sosialisasikan juga ke mereka (terkait protokol kesehatan)," ujarnya.

Sebelumnya, para penyedia jasa fotografi dan videografi di Purwakarta juga menuntut pemerintah daerahnya untuk mengizinkan kembali pesta pernikahan saat AKB. Mereka menyatakan kesiapannya untuk menerapkan protokol kesehatan dalam pesta pernikahan dan sejenisnya. ***

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X