Sejumlah Warga Garut Terdampar di Papua Terdampak PSBB

- 1 Juni 2020, 20:20 WIB
Kadiskominfo Garut.* /

PIKIRAN RAKYAT - Sejumlah warga Kabupaten Garut saat ini terdampar di Provinsi Papua. Mereka tak bisa pulang ke Garut dikarenakan terdampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan Pemerintah Provinsi Papua.

Adanya sejumlah warga Garut yang saat ini terdampar di Papua, dibenarkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut, Muksin. Pemkab Garut turut prihatin dengan nasib yang mereka alami saat ini dan berusaha akan memulangkannya.

"Benar, kami telah mendapatkan laporan adanya sejumlah warga Garut yang saat ini terdampar di daerah Papua. Kami telah berkoordinasi dengan koordinator warga Garut yang ada di Papua, Asep Kuswara," ujar Muksin saat dihubungi, Senin, 1 Juni 2020.

 Baca Juga: Tim Gugus Tugas Pantau Kesiapan Kenormalan Baru di Kota Tasikmalaya

Dikatakannya, pihaknya telah meminta kepada Asep agar dilakukan pendataan jumlah warga Garut yang saat ini terdampar di Papua. Disampaikan pula adanya rencana Pemkab Garut untuk membantu memulangkan mereka.

Menurut Muksin, berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan, diperoleh keteerangan jika saat ini ada 19 warga Garut yang terdampar di Papua dan menginginkan segera pulang ke Garut. Bahkan identitas ke 19 warga Garut itupun saat ini sudah dikantongi Pemkab Garut.

Muksin menyebutkan, sebelumnya 19 warga Garut itu berangkat ke Papua untuk bekerja dan berusaha. Namun mereka terdiri dari beberapa kelompok, ada yang kelompok bekerja di proyek pembangun kandang ayam, tukang pangkas rambut, jualan dan pasang plafon rumah, serta ada juga yang berjualan kacamata.

 Baca Juga: Tiongkok Sebut Amerika Serikat Munafik karena Dukung Protes di Hong Kong

"Sebenarnya, di sana mereka mempunyai penghasilan karena semuanya punya usaha dan pekerjaan. Namun ketika pekerjaan mereka selesai, mereka tak bisa pulang karena terbentur aturan PSBB yang diterapkan pemerintah setempat," katanya.

Diungkapkan Muksin, bandara di Papua tutup seiring dengan adanya kebijakan penerapan PSBB di Papua. Hal inilah yang membuat mereka tak bisa pulang sehingga terpaksa harus bertahan di Papua.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X