New Normal, Pelaku Usaha Minta Pesta Pernikahan Diizinan Lagi

- 29 Mei 2020, 17:47 WIB
ILUSTRASI pesta pernikahan.* /

PIKIRAN RAKYAT - Para pekerja industri pesta pernikahan di Kabupaten Purwakarta meminta kejelasan aturan kenormalan baru di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Mereka berharap penyelenggaraan pesta pernikahan diizinkan lagi.

Akibat larangan menyelenggarakan pesta pernikahan, ribuan pekerja industri tersebut kehilangan mata pencahariannya. "Kalau Juni 2020 belum juga ada kejelasan, kami bisa habis," kata salah seorang penyedia jasa foto pernikahan, Gumilar Tryas, Jumat 29 Mei 2020.

Dalam satu pesta pernikahan di Purwakarta, ia menyebutkan jumlah pekerja yang terlibat di dalamnya mencapai minimal 50 orang. Mereka mencakup tim fotografer, perias pengantin, pendekorasi, katering, penata suara, pemusik dan lainnya.

Baca Juga: Ridwan Kamil: Jangan Euforia, New Normal 15 Daerah di Jawa Barat Diterapkan Bertahap

Sedangkan, pernikahan yang digelar dalam satu bulan rata-rata sekitar 500 kali di seluruh Purwakarta. Jumlah pernikahan itu biasanya bertambah setelah Ramadan hingga Musim Haji yang jatuh pada bulan Juni-Agustus 2020.

"Jadi kami mohon pemerintah daerah dan Gugus Tugas Covid-19 Purwakarta memberikan aturan yang jelas berkaitan dengan new normal," kata Gumilar. Ia memastikan seluruh pekerja industri tersebut siap menerima dan menaati peraturan pemerintah.

Baca Juga: Barista dan Wirausaha Kopi, Materi Pelatihan Pra Kerja yang Paling Diminati

Aturan tersebut diperlukan untuk menjamin kesehatan penyelenggara pesta pernikahan maupun para tamu undangan yang datang. Protokol kesehatan itu juga tengah disusun oleh sekelompok pelaku usaha terkait yang tergabung dalam Ikatan Silaturahmi Photo dan Videografer Purwakarta (Ispo).

"Usulan ini ingin kami sampaikan pada para pemangku kebijakan terkait di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Purwakarta agar dipertimbangkan," ujar Gumilar sekaligus Wakil Ketua Ispo saat ditemui di studionya.

Baca Juga: Anggota DPRD Pangandaran yang Bubarkan Tempat Isolasi Saat Malam Takbiran Dilaporkan ke Polisi

Menurut Sekretaris Ispo Sahrul Ramdhani, pesta pernikahan juga bisa diatur sedemikian rupa untuk mencegah penyebaran Covid-19. Aturan yang akan diusulkan tersebut dinilai sejalan dengan konsep kenormalan baru di tengah pandemi.

"Kita bisa mulai dengan mengurangi jumlah tamu undangan, memperpanjang waktu sewa tempat, menjaga jarak fisik, tidak bersalaman langsung bahkan menyediakan pengecekan suhu tubuh oleh tim medis dan diawasi aparat keamanan itu bisa saja," tutur Sahrul.

Baca Juga: 12 Kota Kabupaten di Jawa Barat Lanjut PSBB, 15 Daerah Terapkan Adaptasi New Normal

Aturan tersebut diklaim telah berhasil diterapkan di zona merah penyebaran Covid-19 seperti Jakarta dan Makasar. Mereka pun berharap diberikan kesempatan untuk menemui Bupati atau Ketua Gugus Tugas Covid-19 Purwakarta dalam waktu dekat untuk menyampaikan aspirasinya.

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X