PSBB Diperpanjang, Jumlah Kasus COVID-19 Kabupaten Bogor Kembali Meningkat

- 29 Mei 2020, 06:00 WIB
BUPATI Bogor Ade Yasin (kanan) didampingi Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy (kiri) saat meninjaui persiapan jelang diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jalan Raya Bogor, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/4/2020). Pemerintah Kabupaten Bogor akan memberlakukan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Kabupaten Bogor pada Rabu 15 April 2020 di 53 titik.* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mengeluarkan kebijakan untuk memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/kep.287-Hukham/2020, PSBB Jawa Barat dibagi menjadi dua waktu perpanjangannya.

Untuk wilayah sekitar DKI Jakarta yaitu Bodebek atau Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi, masa PSBB diperoanjang hingga 4 Juni mendatang.

Baca Juga: Di Tengah Pandemi COVID-19, Tenaga Medis Depok Jadi Korban Pemerkosaan Usai Berkenalan via Aplikasi

Sementara untuk wilayah di luar kawasan Bodebek, masa PSBB akan diberlakukan hingga 12 Juni mendatang.

Setelah masa PSBB Jawa Barat diperpanjang, jumlah pasien positif virus corona di Kabupaten Bogor kembali meningkat setelah sempat melandai, bahkan nihil kasus selama 3 hari sejak Idul Fitri 1441 Hijriah.

"Terkonfirmasi ada tambahan enam kasus positif baru COVID-19," kata Bupati Bogor Ade Yasin dalam keterangan tertulisnya, Kamis 28 Mei 2020 malam dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

Baca Juga: ICW Menilai Harun Masiku sang Buron Bisa Buka Kotak Pandora Kasus Suap Komisioner KPU

Enam pasien baru tersebut, yaitu laki-laki usia 26 tahun asal Ciawi, laki-laki usia 25 tahun asal Citeureup, perempuan usia 50 tahun asal Cileungsi, perempuan usia 55 tahun asal Cibinong, laki-laki usia 46 tahun asal Cibinong, dan laki-laki usia 44 tahun asal Cigombong.

Pada periode yang sama, tercatat satu pasien COVID-19 Kabupaten Bogor berhasil sembuh, yaitu perempuan usia 48 tahun asal Jonggol. Kemudian ada tambahan satu pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia menjadi 94 orang.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X