75.113 Pekerja di Jabar di PHK dan Dirumahkan,Boris Menyayangkan Konflik di Tubuh Kadin saat Pandemi

- 26 Mei 2020, 12:55 WIB
Ilustrasi PHK dan Dirumahkan.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir telah memukul sektor perekonomian nasional, tak terkecuali Jawa Barat (Jabar).

Banyak sektor usaha tutup dan angka pengangguran pun terus meningkat tajam.

Baca Juga: Kenali 2 Cara Mudah Mengobati Nafsu Makan yang Hilang selama Kehamilan

Demikian diungkapkan pengusaha asal Kota Bandung, Boris Syaifullah, melalui siaran pers yang diterima "PR", Selasa, 26 Mei 2020.

Menurut dia, potensi kerugian dunia usaha masih akan meningkat, seiring dengan belum berakhirnya pandemi.

Baca Juga: Yuk, Baca Meter Listrik Kita!

"Perekonomian di Jabar sedang mengalami ujian yang cukup berat akibat pandemi," ujarnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar, per 5 Mei 2020, jumlah pekerja/buruh di Jabar yang kehilangan pekerjaan akibat mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan mencapai 75.113 orang.

Baca Juga: Diancam Foto Tanpa Hijabnya Disebarkan, Siswi di Bandung Dicabuli Oknum Guru Madrasah selama 4 Tahun

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X