LAPAN: Virus Corona Bisa Jadi Bioaerosol yang Melayang di Atmosfer, Membesar dan Menyebar Lebih Jauh

- 19 Mei 2020, 11:56 WIB
ILUSTRASI virus corona //pixabay

PIKIRAN RAKYAT - Virus corona jenis baru SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 berpotensi menjadi bioaerosol di atmosfer sehingga penularannya dapat menjangkau jarak lebih jauh dari 2 meter.

Bioaerosol adalah mikroorganisme udara yang merupakan materi partikular bakteri yang berasal dari hewan atau tanaman, baik yang bersifat patogenik maupun non patogenik di atmosfer sehingga penularannya dapat menjangkau jarak lebih jauh dari 2 meter.

Baca Juga: Analisis Permintaan Maaf Gritte Agatha, Pakar Mikro Ekspresi: Ini Sebuah Kesengajaan

Hal ini berdasarkan hasil studi yang menemukan bahwa virus ini terdeposisi di dalam partikel aerosol yang melayang-layang di udara.

Meskipun demikian, jangkauan penyebarannya tidak akan terjadi dalam jarak yang sangat jauh seperti puluhan kilometer. Hal ini karena, siklus hidup virus sebagai bioaerosol hanya sekitar tiga jam.

loading...

Baca Juga: PSBB di Karawang Kemungkinan Dilanjut, Disarankan Menerapkan Pembatasan yang Tersegmentasi

Demikian diungkapkan, Peneliti Lingkungan Atmosfer pada Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di acara webinar Evaluasi PSBB dan Indirect Impact COVID-19 yang diadakan oleh LAPAN bekerja sama dengan MAPIN Jawa Barat secara online melalui ZOOM dan YouTube, Senin 18 Mei 2020 dalam keterangan resmi yang disiarkan pada Selasa 19 Mei 2020.

Baca Juga: Hazmat Motif Baru Tak Lagi Polos, dr. Tirta: Ini Ibarat Seragam Perang

Selain itu, Sumaryati menambahkan, sifat aerosol yang higrokopis atau dapat menyerap air dapat membuat ukuran virus membesar karena kelembapan di atmosfer yang tinggi.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X