Selasa, 2 Juni 2020

Dampak Covid-19, Omzet Penjualan Aneka Makanan Lebaran di Pasar Rajagaluh Anjlok hingga 80 Persen

- 12 Mei 2020, 12:39 WIB
PASAR oleh-oleh Rajagaluh Majalengka mengalami penurunan omzet hingga 80 persen.* /Tati Purnawati/"KC"

PIKIRAN RAKYAT - Omzet penjualan aneka kue lebaran dan oleh-oleh di Pasar Rajagaluh, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka  turun drastis hingga mencapai 80 persen dari biasanya di periode yang sama.

Meski demikian para pedagang oleh-oleh ini tidak banyak mengeluh, mereka mengaku menyadari betul kondisi yang dialaminya tersebut tak hanya sendiri namun dialami banyak orang.

Iti dan Maman dua pedagang oleh-oleh di Pasar Rajagaluh mengatakan, biasanya dipertengahan Ramadan omzet penjualan dagangannya bisa naik hingga lebih dari 100 persen. Kali ini justru sebaliknya tingkat penjualan hanya 20 persen saja dari hari-hari biasa.

Baca Juga: Perbudakan ABK Indonesia,Ego Sektoral dan Tarik Menarik Kepentingan antar Kementerian Belum Berakhir

“Biasanya setiap bulan Ramadan, dua puluh hari jelang lebaran emping saja sudah bisa habis hingga 5 kuintalan, sementara sekarang bisa laku 4 hingga 5 kg saja per hari sulitnya minta ampun,” ungkap Iti.

Selain itu dodol juga bisa habis hingga 8 peti, belum aneka kue lainnya seperti opak gamplek, opak ketan, rengginang, seroja  dan rempeyek bisa habis puluhan bal. Kini satu peti dodol kadang tidak habis hingga tiga harian.

Namun demikian menurutnya kondisi demikian tidak hanya dirasakannya, namun dirasakan hampir semua pedagang di Pasar Rajagaluh, karena efek covid-19.

Baca Juga: Perusahaan Swasta di Purwakarta Beri Bantuan bagi Warga Terdampak Pandemi Covid-19

“Kumaha deui kedah ditampi, kedah sadrah, nu ngalaman sanes urang wungkul, sakieu ge tos sukuran. Tinimbang panyakit teras nyebar mending kieu heula sugan engke mah moal (Harus bagaimana lagi, harus diterima, harus pasrah, yang mengalami tidak hanya diri sendiri, penghasilan segini juga harus sudah syukuran. Dari pada penyakit (corona) terus menyebar, mending seperti ini dulu PSBB semoga ke depan penyakit hilang),” tambah Iti.

Kondisi yang sama juga dialami Maman pedagang kue dan aneka oleh-oleh lainnya. Penurunan omzet, katanya, sangat tajam, namun di tengah kondisi yang tidak stabil ini mau menerima pemberlakuan jam dagang yang dilakukan oleh pemerintah demi keselamatan banyak orang.

Baca Juga: Puluhan Pemudik Zona Merah COVID-19 Tiba di Banyumas, 7 Sopir Travel Dirazia di Jalan Tikus

“Pemberlakuan jam dagang kapanpun diinstruksikan pemerintah harus manut, dari pada celaka diakhir,” ungkapnya.

Rendahnya penjualan makanan lebaran di pasar berdampak pada suplai makanan dari industri rumahan. Malah kini ada beberapa perajin rengginang yang menghentikan usahanya, dampak tidak ada pekerja.

Baca Juga: Batalyon Infanteri 310 Kidang Kancana Sukabumi Bagikan Paket Sembako kepada Masyarakat Tidak Mampu

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X