Layanan Non Covid-19 RSUD Kota Bogor Dibuka Kembali, Dedie : Seiring Pasien Corona Mulai Melandai

- 10 Mei 2020, 16:42 WIB
ILUSTRASI suasana tenaga medis dalam menangani pasien COVID-19.* //PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor kembali membuka layanan pengobatan rawat jalan dan rawat inap untuk pasien non Covid-19. 

Direktur Utama RSUD Kota Bogor Ilham Chaidir mengatakan,  pembukaan layanan non Covid-19 dilakukan karena tidak ada lagi  lonjakan pasien Covid-19.

“Jadi pelayanan pasien rawat jalan dan rawat inap non Covid-19  mulai Jumat kemarin kembali buka.  Kita juga harus memastikan rasa aman dan kenyamanan dengan memisahkan pasien Covid-19 dan non Covid,” ujar Ilham, Minggu 10 Mei 2020.

Baca Juga: Tak Bisa Masuk Majalengka, Lebih dari 4.000 Kendaraan Putar Balik

Menurut Ilham, saat ini RSUD Kota Bogor merawat 31 pasien  Covid-19 di ruang isolasi khusus Covid-19, tepatnya di  gedung baru Blok 3 RSUD Kota Bogor.  Ilham memastikan protokol kesehatan  untuk pasien non Covid-19  tetap berlaku  agar  tetap terhindar dari paparan Covid-19.

“Jalurnya khusus, alurnya pasien melalui penapisan triase. Kami  periksa suhu tubuh dan pertanyaan screening  berlapis, kemudian masuk ke poli rawat jalan. Kalau ada pasien demam, kami pisahkan pelayanannya untuk memastikan tidak ada Covid-19,” ujar Ilham.

Untuk pelayanan poli di RSUD Kota Bogor,   Ilham menyebut, pelayanan  akan dibuka secara bertahap. Mulai Senin 11 Mei 2020, poli penyakit dalam, poli syaraf, poli anak,  poli orthopedic, dan  pelayanan fisioterapi akan dibuka.

Baca Juga: Istri Pejabat dan ASN Masuk Daftar Penerima Bantuan, Banyumas Tahan BLT Covid-19 Kemensos

“Sementara untuk poli mata, mulut, kita  batasi sementara. Kalau THT sudah mulai buka,” kata Ilham.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menjelaskan, sesuai dengan perkembangan yang diperoleh dari RSUD Kota Bogor bahwa pasien Covid-19 mulai melandai sehingga bisa kembali menerima pasien non Covid-19.

Sebelumnya, RSUD Kota Bogor menutup pelayanan non-Covid karena ada 51 tenaga medisnya berstatus reaktif berdasarkan hasil rapid test.

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X