Harga Gabah Turun di Tengah Pandemi, Petani Indramayu Menjerit

- 7 Mei 2020, 17:33 WIB
PETANI Indramayu tengah menjemur gabah hasil panen, beberapa waktu lalu. Di tengah pandemi corona, harga gabah petani merosot turun.* /GELAR GANDARASA/PR

PIKIRAN RAKYAT – Petani di Kabupaten Indramayu mengeluhkan rendahnya harga gabah hasil panen mereka.

Rendahnya harga terjadi akibat pengaruh dari adanya pandemi virus covid-19. Padahal seharusnya saat ini mereka menikmati untung karena tengah melaksanakan panen raya.

Harga gabah di Kabupaten Indramayu bervariasi sesuai dengan jenis dan kualitas. Terendah yakni gabah kering panen (GKP) varietas IR Kebo dengan harga Rp 3.800- Rp 4.000 per kilogram.

Baca Juga: Tips Parkir Mobil Yang Aman Saat di Rumah Aja, Nomor 4 Sering Disepelekan

Untuk varietas Ciherang sedikit lebih baik yakni Rp 4.200 untuk GKP dan Rp 4.800- Rp 5.000 untuk gabah kering giling.

Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu Sutatang mengatakan, rendahnya harga terjadi karena imbas dari adanya pandemi virus corona.

“Para tengkulak kesulitan untuk menjual berasnya. Jadi mereka belum berani untuk membeli gabah petani,” ungkap Sutatang, Kamis 7 Mei 2020.

Baca Juga: Plesetkan Lagu Aisyah Istri Rasullullah dengan Kata Kasar, 3 Gadis Gorontalo Ditangkap

Sepinya pembeli membuat petani kebingungan. Betapa tidak, saat ini seharusnya mereka menikmati untung karena di Kabupaten Indramayu tengah melaksanakan panen raya musim hujan 2020.

Sayangnya, gabah yang ada sulit untuk dilepas ke pasar. “Tidak seperti tahun lalu yang lancar-lancar saja,” katanya.

Halaman:

Editor: Gita Pratiwi


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X