Selasa, 2 Juni 2020

Jeritan Perajin Kue Tasikmalaya, Omzet Turun Hingga Menganggur Imbas Pandemi COVID-19

- 2 Mei 2020, 06:30 WIB
POTRET Pengarajin kue di Kota Tasikmalaya.* //KP/ ASEP MS

PIKIRAN RAKYAT - Pandemi COVID-19 tampaknya semakin menggerus perekonomian di Indonesia khususnya pada pemilik usaha.

Salah satunya adalah para pengusaha perajin kue yang berada d Kota Tasikmalaya, di bulan suci Ramadhan ini seharusnya mereka mendapatkan keuntungan.

Namun, kenyataan berbalik harga gula pasir yang melonjak tak terkendali telah memukul para perajin kue rumahan menjelang lebaran Ramadhan tahun ini.

Baca Juga: May Day 1 Mei 2020, 5 Film Berikut Angkat Kisah Perjuangan Buruh

Dengan naiknya harga bahan pokok olahan, membuat para perajin kue ini tidak dapat memproduksi dalam jumlah yang banyak.

Dikabarkan Pikiranrakyat-Tasikmalaya.com, perlu modal yang besar jika para perajin kue ini memaksa produksi lebih banyak dengan harga gula pasir maupun tepung yang harganya saat ini cukup tinggi.

"Belum lagi biaya produksi juga cukup tinggi sehingga keuntungan dari pembuatan kue pun pas-pasan," kata Etet Nuryatin, pemilik usaha kue karakter warga Pamijahan, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, pada Kamsi 30 April 2020 kemarin.

Artikel ini telah tayang di Pikiran Rakat Tasikmalaya dengan judul: 'Jerit Perajin Kue Tasikmalaya, Harga Bahan Baku Melonjak hingga Pesanan Tersendat Corona'

Menurutnya, kebutuhan untuk pembuatan kue berkarakter per harinya rata-rata membutuhkan gula pasir sebanyak 50 kilogram.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani

Sumber: Pikiran Rakyat Tasikmalaya


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X