Senin, 1 Juni 2020

Merasa Tak Berhak, Penerima Bansos Provinsi Alihkan Bantuan Kepada Warga yang Lebih Butuh

- 29 April 2020, 18:40 WIB
WARGA Kecamatan Sukatani mengalihkan bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk warga lain yang tidak menerima bantuan. * /Hilmi Abdul Halim/”PR”

PIKIRAN RAKYAT - Beberapa warga di Kabupaten Purwakarta mengalihkan bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada warga lainnya. Mereka beralasan bantuan tersebut tidak tepat sasaran, masih ada warga lainnya yang lebih membutuhkan.

Pengalihan bantuan itu dilakukan dua orang warga Desa Pasirmunjul Kecamatan Sukatani. "Untuk kebutuhan hidup sehari-hari saya masih ada. Saya pikir masih ada yang membutuhkan, dua tetangga saya yang belum menerima bantuan," kata salah seorang warga, Lilis, Rabu 29 April 2020.

Meskipun dinilai tidak tepat sasaran, ibu rumah tangga itu menyampaikan terima kasihnya kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Lilis juga memohon maaf karena tidak bisa menerima bantuan tersebut dan mengalihkannya kepada dua tetangganya.

Baca Juga: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Sebut 4 Celah Korupsi Saat Covid-19

Di tengah dampak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Lilis mengaku masih bisa mengandalkan sawah garapannya. Bantuan yang diperoleh berupa paket bahan kebutuhan pokok senilai Rp 350.000 dan uang tunai Rp150.000 diberikan lagi kepada tetangganya bernama Atikah dan Masriah.

Hal yang sama juga dilakukan warga Desa Pasirmunjul lainnya bernama Imron (40) kepada tetangganya bernama Royani (35). Ia beralasan, tetangganya itu merupakan janda yang memiliki dua anak yang lebih membutuhkan bantuan dibandingkan keluarganya.

"Bukannya saya tidak butuh, saya kasihan pada orang lain jadi saya berikan lagi pada orang lain. Tetangga saya itu punya anak dua dan menumpang di rumah orang tuanya dan jadi tulang punggung keluarga. Mudah-mudahan bermanfaat dan barokah," tutur Imron.

Baca Juga: Kabupaten Karawang Pastikan Terapkan PSBB pada Rabu Pekan Depan

Sementara itu, Kepala Desa Pasirmunjul Muhamad Hilman Nurzaman mengakui, penyaluran bantuan di desanya ada yang tak tepat sasaran. Ada juga data ganda penerima bantuan tersebut.

"Di desa saya hanya 29 keluarga yang dapat bantuan, beberapa keluarga kami anggap tidak tepat sasaran dan beberapa ada data ganda dengan penerima bantuan Program Keluarga Harapan. Pendataan yang selama ini dirapatkan oleh RT, RW berbeda dengan data yang dimiliki pemerintah provinsi," tutur Hilman.

Baca Juga: Makna Warna Hijau yang Melekat di Jersey Timnas Indonesia

Pengalihan bantuan tersebut, menurut Sekretaris Daerah Purwakarta Iyus Permana, tidak dianjurkan. Ia meminta warga yang tidak berkenan menerima bantuan untuk mengembalikannya melalui pemerintah desa setempat.

"Takut jadi masalah, baiknya diamankan oleh Kepala Desa, sambil diajukan penggantian (penerima bantuan)," kata Iyus. Tak menutup kemungkinan warga lain yang diberi bantuan oleh warga itu juga telah mendapatkan jatah bantuan dari sumber lainnya. ***

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X