Karena Ketidakjujuran, 21 Tim Medis di Cirebon Jalani Isolasi Usai Tangani Pasien COVID-19

- 20 April 2020, 20:04 WIB
ILUSTRASI petugas medis yang sedang mengevakuasi pasien virus corona.* /AFP / Angela Weiss

PIKIRAN RAKYAT - Sebanyak 21 petugas medis Rumah Sakit (RS) Ciremai Kota Cirebon terpaksa harus menjalani isolasi mandiri, pasca merawat M.

M adalah pasien yang mempunyai riwayat kontak erat dengan dua orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yang meninggal dunia, belum lama ini.

Baca Juga: Tips dan Trik WA: Cara Membaca Pesan WhatsApp Tanpa Membuka Tab Obrolan

Pasien M yang juga meninggal dunia Rabu 15 April 2020 lalu, mempunyai riwayat kontak dengan dua orang PDP yang masih kerabat dekatnya, yang meninggal belum lama ini.

Namun karena ketidakjujuran pihak keluarga M saat dilakukan tracing untuk menelurusi jejak kontak antara pasien dengan pasien yang telah positif Covid-19, pihak tenaga kesehatan hanya melakukan protokol kesehatan level 2.

Baca Juga: Buat Bingung, Program Bantuan Warga Terdampak Covid-19 Picu Konflik Baru di Masyarakat

Dandenkesyah Cirebon Letkol Ckm dr Wildan Sani, SpU didampingi Kepala RS Ciremai dr Andre mengungkapkan, 21 orang tenaga kesehatan yang diisolasi, terdiri dari 18 orang perawat ICU dan IGD serta tiga orang dokter, spesialis saraf dan dokter umum di IGD dan ICU.

"Keputusan untuk tim medis melakukan isolasi mandiri, kami lakukan sebagai bentuk kehati-hatian kami. Karena saat dilakukan rapid test terhadap Mr M yang masuk rumah sakit dalam kondisi pingsan, hasilnya negatif," katanya.

Baca Juga: Gojek Dukung Percepatan Penyaluran Bansos Tunai dan Non-Tunai Bagi Warga Jabar

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X