Macan Tutul Turun Gunung, Warga di Kawasan Hutan Karikil Resah

- 13 April 2020, 06:42 WIB
MACAN tutul (Panthera Pardus) ditemukan bertengger di dahan pohon di kawasan permukiman warga Kampung Badeung, Desa Gunajaya, Kabupaten Tasikmalaya.*/ANTARA /

PIKIRAN RAKYAT - Sudah hampir dua pekan terakhir ini,  pemukiman warga Desa Cikurutuk, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi kerap didatangi sesosok macan tutul. Warga resah, terutama warga di sekitar kawasan Hutan Karikil.

Kemungkinan macan turun gunung dan masuk perkampungan  untuk mencari makan.  Apalagi di sebagian besar kawasan Hutan Karikil kini menjadi lahan penambangan

"Ekosistem tempat binatang itu mungkin terganggu. Penambangan di kawasan hutan Karikil diperkirakan menjadi penyebab, sejumlah binatang buas, termasuk macan turun gunung," kata warga Cireunghas, Dasep Suryana, Minggu 12 April 2020.

Baca Juga: Tidak Menolak Jenazah Covid-19, Warga Sekitar TPU Cikadut Dipuji

Dasep mengatakan, kedatangan binatang buas itu, tidak hanya membuat warga terancam keselamatan jiwanya. Tapi juga mengancam ternah warga. "Sudah banyak warga kehilangan binatang peliharaannya," katanya.

Makanya, kata Dasep, warga disekitar kawasan hutan Karikil setiap hari melakukan ronda untuk menangkap hewan buas tersebut.

Kehadiran macan bukan kali ini, hanya kurang dari dua pekan warga  di Kampung Sudayajaya Girang, Desa Sukajaya, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, berhasil menangkap binatang tersebut. 

Baca Juga: Jumlah Kendaraan dan Penumpang Masuk DI Yogyakarta Mulai Dibatasi

Anak macam ditangkap warga persis diareal pembibitan kandang ayam. Namun nasib tidak bisa tertolong,  binatang liar mati, pasca dievakuasi ke Taman Safari Indonesia. 

Anak macan itu, diduga kelaparan dan mengalami dehidrasi kendati berbagai upaya penyelamatan dilakukan warga dan tim medis. Anak macan berjenis kelamin jantan berusia di bawah satu tahun mati dalam penanganan dan perawatan tim medis. 

Kepala  Bidang KSDA Wilayah I Bogor Lana Sari mengatakan, berbagai langkah Penyelamatan dilakukan petugas di Kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Bidang Sukabumi telah berusaha keras. Tapi penyelamatkan nyawa anak macam tersebut tidak berhasil.

Baca Juga: POPULER HARI INI: Pulau Baru Lumpur Lapindo hingga Corona Bisa Menular dari Jarak 4 Meter

"Anak macam tersebut mati. Padahal tim medis telah berusaha menyelamatkan nyawanya. Kondisi anak macan tutul sudah lemah saat dievakuasi," katanya.

Ketua Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Sukabumi, Hanafie Zain mengatakan, fenomena kehadiran binatang masuk pemukiman warga diduga kuat habitatnya terganggu oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Halaman:

Editor: Syamsul Bachri


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X